Murid SDN 2 Penambongan Belajar Diluar Kelas, Tingkatkan Kecerdasan Emosional

By: On: Dibaca: 5,678x
Murid SDN 2 Penambongan Belajar Diluar Kelas, Tingkatkan Kecerdasan Emosional

Melatih kemandirian anak dengan kegiatan belajar di alam terbuka seperti outbound bermanfaat untuk meningkatkan keberanian dalam bertindak maupun berpendapat. Kegiatan outbound membentuk pola pikir yang kreatif, serta meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual dalam berinteraksi.

Pasalnya, kegiatan outbound bukan hanya sekedar bermain saja. Namun terdapat beberapa manfaat yang didapat anak yaitu untuk melatih kemandirian, keberanian, dan meningkatkan kecerdasan pada anak.

“Pengalaman dalam kegiatan outbound memberikan masukan yang positif dalam perkembangan kedewasaan seseorang,”ungkap Kepala SDN 2 Penambongan, Ana Yuniarti, SPd MM disela-sela kegiatan outbond  di objek wisata Purbasari Pancuran Mas, Kecamatan Padamara, Selasa (13 Maret 2018).

Sebanyak 172 murid dari kelas 1 hingga 5 SD lanjut Ana Yuniarti, dilatih menumbuhkan komitmen pada norma yang disepakati, menumbuhkan semangat berkompetisi dalam konteks untuk mencapai tujuan bersama, membangun sikap pantang menyerah dalam menyelesaikan permasalahan kerja, melatih membuat perencanaan yang matang dan koordinasi tim yang rapi, melatih kemampuan mengambil keputusan yang efektif dalam situasi sulit.

“Kami melibatkan Komando Rayon Militer (Koramil) 01/Purbalingga dan Perhimpunan Pegiat Alam Ganesha Muda (PPA Gasda) Purbalingga untuk memberikan materi belajar,”ungkapnya

Danramil 01/Purbalingga, Kapten Caj Purwanto menambahkan, lima personel Koramil 01/ Purbalingga diterjunkan untuk menumbuhkan sikap kepemimpinan dan keberanian dalam mengambil keputusan, serta meningkatkan sportifitas.

“Permainan itu un tuk menumbuhkan jiwa patriotisme kepada para generasi muda dan pen tingnya membangun persatuan,” katanya

Instruktur Outbond PPA Gasda, Imam Budi Santoso SPd mengaku kesulitan berkoordinasi  karena anak memiliki dunia imajinasinya sendiri. Perlu pemantik agar mereka fokus, seperti penggunaan yel-yel dan hiburan dari instruktur yang menarik perhatian mereka.

“Keterampilan itu sulit didapatkan mela lui pembelajaran teoritik semata. Tetapi bisa diajarkan melalui permainan-permainan yang mengoordinasikan gerak tubuh, pikiran, dan mental anak,” ujarnya.

PPA Gadsa sebagai organisasi pencinta alam lanjutnya, melatih kesiapsiagaan dan keberanian mental para murid. Mereka juga mengajarkan pentingnya persiapan pada setiap kegiatan yang akan ditempuh seperti permainan yang menggunakan peralatan outdoor, yakni prusiking, turun hesti, dan jembatan satu tali.

“Kalau sedari kecil diajarkan untuk selalu siap, kami yakin mereka akan mampu sintas atau mampu bertahan, baik di masyarakat maupun di alam bebas kelak,” ujarnya.(***)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!