by

Mulai Hari Ini  17 Juni 2020, Sistem Satu Arah di Purwokerto Jadi Permanen

-Daerah, Update-dibaca 2.59Rb kali | Dibagikan 165 Kali

Sejumlah ruas jalan di Purwokerto menjadi permanen menggunakan sistem satu arah (SSA). Hal ini, mendasarkan hasil evaluasi kinerja lalu lintas. Dari sejumlah aspek seperti pengaruh sebelum dan sesudah diterapkan, meliputi tingkat kecepatan laju kendaraan, tingkat penundaan kenaraan dipersimpangan, dan tingkat antrean di traffic light.

Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Banyumas, Agus Nur Hadie mengatakan visi rasio atau volume dibanding kapasitas, aspek manajemen rekayasa lalu lintas. Termasuk hasil masukan dari forum lalu lintas tanggal 10 Juni lalu, di antaranya mengundang Satlantas Polresta Banyumas dan beberapa akademisi di bidang teknik sosial budaya dan ekonomi.

“Kita berlakukan efektif Rabu (17 Juni 2020) mulai pukul 08.00 Wib dan berlaku selama 24 jam. SSA ini diputuskan oleh Forkompinda dan forum lalu lintas,diatur dengan perbup,” tuturnya kepada cyber media lintas24.com

Ia merinci,  SSA permanen ke arah barat diawali dari pertigaan jalan MT Haryono selatan, jalan Jenderal Soedirman sampai simpang  alun-alun Purwokerto. Untuk arah ke timur, dimulai dari perempatan Omnia, jalan Gatot Subroto, jalan Komisaris Bambang Suprapto (Kombas) sampai pertigaan Jl MT Haryono utara.

Selanjutnya, jalan RA Wiratmaja (Jl Bank) tetap berlaku dua arah, Jl Jenderal Soedirman sebelah barat alun-alun tetap berlaku dua arah sampai Makodim 0701 Banyumas. Kemudian jalan MT Haryono satu arah ke selatan, jalan Brigjen Katamso satu arah ke utara, jalan Masjid satu arah ke utara sampai perempatan Omnia. Jalan Pengadilan, sebelah timur alun-alun satu arah ke selatan dan jalan Ragasemangsang satu arah ke utara.

Pengaturan parkir kendaraan di jalan RA Wiraatmaja, parkir berada di sisi sebelah barat, jalan Gatot Subroto depan Pasar Manis, semua parkir di sebelah selatan. Sedangkan jalan Gatot Subroto mulai perempatan Omnia, jalan Kombas sampai pertigaan jalan MT Haryono bagian utara, parkir semua di sebelah utara.

“Di ruas jalan ini ada beberapa titik yang dilarang parkir mulai pertigaan jalan Ragasemanngsang sampai Jl Gereja, di depan rumah dinas Dandim sampai Tugu Pancasila, dan di perempatan Denpom sampai perempatan Kebondalem,”katanya.

Sementara parkir di jalan Jenderal Soedirman, berada di sisi sebelah selatan, kecuali di titik tertentu seperti mulai perempatan Palma sampai Jembatan Sungai Kranji, termasuk sepanjang alun-alun, dari pertigaan PLN sampai jalan Masjid.

 

Comment

Berita Lainnya