Mulai 22 Juli 2019, Jalur Pendakian Gunung Slamet Melalui Pos Bambangan Ditutup

By: On: Dibaca: dibaca 4.94Rbx
Mulai 22 Juli 2019, Jalur Pendakian Gunung Slamet Melalui Pos Bambangan Ditutup
Foto : Mendaki Gunung Slamet | mapalaptm.com

Pendakian ke puncak Gunung Slamet melalui pos Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, kembali ditutup sementara. Penutupan mulai 22 Juli 2019 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Sebelumnya, jalur pendakian Gunung Slamet ini,juga pernah ditutup pada tanggal 10 Januari 2019 hingga tanggal 2 Maret 2019 lalu. Penutupan tersebut juga untuk pemulihan ekosistem.

Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur, Didiet Widhi Hidayat mengungkapkan, penutupan jalur pendakian Gunung Slamet melalui Bambangan ini dilakukan untuk pemulihan ekosistem, konservasi, pembersihan sampah sepanjang jalur pendakian dan pemasangan rambu-rambu jalur pendakian. Selain itu, langkah ini juga sebagai antisipasi kebakaran hutan disaat musim kemarau.

“Mulai 22 Juli sampai batas waktu yang tidak ditentukan, itu tergantung situasi dan kondisi, karena memang arah kita mau menata ulang. Pendakian melalui Bambangan memang kondisi pengelolaannya kurang maksimal. Seperti penataan jalur, penataan rambu rambu pendakian, penanganan sampah, warung perlu waktu untuk penataan, jadi kita belum bisa kasih ancar ancar sampai kapannya,” tuturnya, Jumat (19 Juli 2019).

Saat ini menurutnya, pengelolaan jalur pendakian Gunung Slamet sudah diserahkan kepada Perum Perhutani KPH Banyumas Timur. Sedangkan sebelumnya pengelolaan pendakian dipegang oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga.

“Sesuai hasil kesepakatan kami tanggal 13 Juni itu kan ada permintaan dari kita dan LMDH untuk menata ulang pengelolaan pendakian via Bambangan. Karena kita menganggap pengelolaan dibawah Pemkab itu kurang maksimal dari sisi administrasi kemudian lingkungan termasuk pengamanan terhadap pendaki,” ucapnya.

Meskipun pada awalnya ada usulan agar pengelolaan dilakukan multi pihak antara LMDH, Perum Perhutani KPH Banyumas Timur dan Pemkab Purbalingga. Namun kemudian, Pemkab Purbalingga menyerahkan pengelolaan pendakian kepada LMDH dan Perum Perhutani KPH Banyumas Timur.

“Setelah itu kita di tugasi untuk menyusun rencana rencana kedepannya mau seperti apa. Langkah awalnya kita ya kita tutup dulu, mau kita tata ulang. Masih proses dalam Minggu ini pembuatan dan pemasangan (rambu-rambu),” ujarnya.

Dia menjelaskan jika dengan penutupan jalur pendakian ini dapat mengurangi risiko kebakaran hutan di saat musim kemarau.

“Karena pendaki biasanya bikin api unggun, dengan kita tutup ini kan secara otomatis mengurangi risiko kebakaran hutan. Kita akan segera pasang imbauan-imbauan dan ramburambu penutupan ini,” tuturnya.

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!