by

Muhammadiyah Dorong Kurban Idul Adha untuk Ketahanan Pangan dan Ekonomi Berkelanjutan

-Dunia, Update-dibaca 1.07Rb kali | Dibagikan 13 Kali

Muhammadiyah memaknai kurban pada Idul Adha di masa pandemi kali ini bukan hanya sekedar ritual ibadah semata saja, tetapi juga dimaknai jauh lebih dalam sebagai pemberdayaan ekonomi masyarakat di masa pandemi.

Badan Pengurus LazisMu Bidang Penghimpunan dan Kerjasama, Rizaldi Kurniawan mengungkapkan Lazismu melalui dukungan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan MCCC mengangkat tema hari raya kurban ini sebagai kurban untuk ketahanan pangan. Hal tersebut dikupas dalam Covid-19 Talk (01/07) bertemakan “Berkurban dalam Ibadah Kurban (Kurban di Masa Pandemi)”.

“Hari Idul Adha kali ini memang harus dimaknai jauh lebih mendalam di luar makna sebatas ritual ibadah dan menyembelih hewan Kurban. Dalam hal ini LazisMu lebih mendorong kepada ritual berkemajuan dengan menjadikan Kurban sebagai roda ekonomi dan ketahanan pangan,” tuturnya.

Ia menjelaskan, beberapa program dicanangkan untuk mendukung ekonomi masyarakat seperti pemberdayaan peternak “LazisMu menganggap bahwa dimensi ibadah kurban bukan hanya ibadah ritual pada hari H pemotongan tapi juga ada potensi dimensi ekonomi yang menyangkut pada pemberdayaan peternak,” tuturnya.

Koordinator Kurban LazisMu Nasional, Zainul Muslimin menambahkan, sudah 4 tahun Muhammadiyah menjalankan kurban dengan bekerja sama untuk memberdayakan peternak dalam menghasilkan bibit – bibit hewan kurban yang kemudian akan diolah menjadi produk makanan kemasan siap saji yaitu rendangMu dan kornet.

“Adapun produk kemasan rendangMu dan kornet ini diinisiasi dalam rangka agar masyarakat dapat merasakan daging kurban secara merata dan berkelanjutan tidak hanya pada momen Idul Adha saja, apalagi di masa pandemi ini tentu makanan siap saji akan sangat mempermudah masyakarat yang sedang dihimpit oleh ekonomi,” ungkapnya.

Tahun pertama lanjutnya, pihaknya mempunyai pengalaman memproses hewan kurban setengah milyar dan tahun kedua melonjak 1,8 M dan tahun ketiga 2,2 M dan di tahun itu kita targetkan nilai uang yang dititipkan LazisMu untuk program – program ini sebesar 7,5 Miliar

“Hal ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah telah dipercaya oleh masyarakat untuk mengelola hewan kurban berskala besar dan mengolah menjadinya makanan siap saji,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, bahwa sebetulnya program pemberdayaan peternak juga bekerja sama dengan banyak pihak sehingga roda ekonomi terdorong dari berbagai bidang pekerja.

“Program – program LazisMu ini disusun dengan kerja sama dengan pemerintah dan juga mengandalkan kanal digital seperti gojek atau kitabisa.com untuk mendukung program ini,” katanya

 

 

 

Comment

Berita Lainnya