MTs Maarif NU 08 Kemangkon Perkuat Pengelolaan Mading

By: On: Dibaca: 9,617x
MTs Maarif NU 08 Kemangkon Perkuat Pengelolaan Mading

Majalah dinding (Mading) sangat berperan dalam mengasah bakat dalam bidang tulis menulis. Dalam pengelolaannya mading harus memiliki dua manajemen yaitu manajemen organisasi dan manajemen redaksional.

“Kedua manajemen tersebut memiliki tugas yang berbeda satu sama lain,”ungkap Pemimpin Redaksi Tabloid Elemen dan Cyber Media lintas24.com, Mahendra Yudhi Krisnha saat memberikan materi dalam kegiatan jurnalistik di  MTs Maarif NU 08 Kemangkon.

Yudhi menambahkan, manajemen organisasi dalam pelaksanaan tugasnya lebih bersifat administratif dan tidak berhubungan secara langsung dengan hal teknis penerbitan mading. Manajemen organisasi mading biasanya dipimpin oleh seorang pemimpin umum, dibantu oleh beberapa seksi seperti seksi administrasi, keuangan, Sponsorship dan sesuai kebutuhan Mading.

Sedangkan, manajemen redaksional bertanggungjawab langsung secara teknis terhadap proses penerbitan mading mulai dari penyusunan tema, penyusunan materi, pencarian bahan/berita sampai publikasi. Manajemen redaksional biasanya dipimpin oleh seorang pemimpin redaksi dan di bantu oleh bagian-bagian lain yang ada di bawahnya seperti redaktur pelaksana, redaktur, reporter dan yang lainnya sesuai kebutuhan mading.

“Nah, susunan kedua manajemen ini sekaligus sebagai wahana belajar berorganisasi yang baik untuk para siswa, dan melatih siswa untuk bisa lebih bertanggungjawab terhadap tugas yang harus dikerjakannya,”ungkapnya.

Ia menambahkan, mengingat keberadaan mading sekolah memiliki arti yang penting baik bagi siswa maupun guru, maka hendaknya mading sekolah dikelola secara baik agar tetap eksis. Dengan pengelolaan yang baik, diharapkan mading akan selalu dapat terbit pada waktunya dengan tema-tema dan tampilan-tampilan yang menarik.

“Mading yang diterbitkan sebaiknya memiliki Tema yang berbeda-beda untuk setiap kali terbit. Hal ini dimaksudkan agar pembaca tidak bosan dengan satu tema yang disajikan dan juga diharapkan dapat menambah wawasan para pembaca tentang tema-tema yang disajikan,”ungkapnya.

Sebagai contoh pemilihan tema mading lanjut Yudhi, mengenai remaja, iptek, seputar kegiatan Nasional atau Internasional terkini, atau juga dapat disesuaikan dengan bulan-bulan terbit seperti bila terbit bulan januari bisa mengulas masalah tahun baru, bila terbit bulan April bisa mengulas masalah kepahlawanan atau semangat Juang R.A. Kartini.

Selanjutnya, penentuan rubrik mading, jumlah dan jenis rubrik dalam mading tergantung dari kesepakatan bersama anggota tim. Apabila rubrik sudah ditentukan maka langkah berikutnya akan memudahkan dalam pembagian pelaksanaan tugas. Misalnya setiap rubrik yang sudah ditentukan dibebankan kepada dua, tiga, atau lebih anggota dan mereka bertanggungjawab untuk mengisi rubrik tersebut.

“Rubrik mading dapat berubah-ubah, namun sebaiknya ada beberapa rubrik yang dipertahankan setiap kali terbit. Beberapa contoh rubrik yang dapat dimuat dalam mading sekolah misalnya berita seputar sekolah, cerpen, puisi, sahabat madding, surat pembaca, profil Siswa dan Guru,”jelas Yudhi

Ia menambahkan, dalam pelaksanan kegiatan pembuatan mading penjadwalan adalah sesuatu yang harus dibuat apabila mading ingin bisa terbit tepat waktu dengan hasil yang memuaskan. Penjadwalan bisa didasarkan pada tahapan-tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan seperti batas akhir pengumpulan materi, penyortiran materi layak terbit atau tidak, editing, dan layouting.

“Paling penting, jadwal yang sudah ditetapkan sebaiknya dapat dilaksanakan dengan sebaik mungkin,”ungkapnya.

Guru pembimbing Mading, Lina Tri Aryani mengungkapkan, majalah dinding dapat menjadi media dan sarana berlatih kreativitas menulis dan modal penanaman gemar membaca yang menarik sesuai dengan perkembangan siswa untuk membina.  Melalui media majalah dinding, para siswa akan dirangsang untuk mulai tertarik dengan budaya literasi yang sudah dicanangkan oleh pemerintah.

“Majalah dinding sebagai pendorong siswa untuk membaca, menilai dan menanggapi. Jadi, majalah dinding dapat meningkatkan keinginan siswa untuk membaca, setidaknya membaca isi majalah dinding pada setiap edisinya. Ketertarikan ini tentu dipancing dengan penampilan majalah dinding yang baru dan menarik di setiap edisinya,”ungkap Lina Tri Aryani yang juga Guru Bahasa Indonesia.

Kepala Madrasah, Torik Jahidin berharap, keberadaan majalah dinding menjadi penting dan sentral pada era informasi yang serbacepat dan canggih seperti sekarang. Ia menjadi corong informasi atau representasi dari sekolah yang bersangkutan.

“Bagaimana pun juga aktivitas mading dan baca-tulis tidak terlepas dari peran aktif guru. Peran aktif para pendidik tersebut sangat diharapkan berupa motivasi dan teladan dalam membaca dan menulis. Jika para guru tidak mampu memberikan motivasi dan keteladanan, berbagai upaya yang dilakukan tidak akan banyak berhasil,”ungkapnya.

Torik menyakini,  majalah dinding merupakan media promosi paling ampuh. Pihak sekolah bisa mengabarkan kepada pembaca di lingkungan sekolah maupun masyarakat seperti wali murid dan alumni tentang prestasi mereka. Hal ini akan membuat sekolah lebih dikenal di masyarakat.

“Hal yang paling krusial tentu adalah keteladanan, bagaimana para guru meneladankan rutinitas membaca dan kebiasaan menulis pada para siswa akan menentukan perkembangan baca-tulis siswa kemudian hari,” tuturnya.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!