MoU Diteken, Bandara Soedirman Purbalingga Dibangun

By: On: Dibaca: dibaca 21.97Rbx
MoU Diteken, Bandara Soedirman Purbalingga Dibangun

Memorandum of Understanding (Mou) Pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman di Desa Wirasaba, Kecamatan Bukateja, Purbalingga, Jumat (17/11) ditandatangani. MoU tersebut akan ditandatangani oleh Bupati Purbalingga H Tasdi, SH, MM, Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo, SH, MIP, Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin, Asisten Logistik KSAU Marsekal Muda TNI Yadi Husyadi, dan Direktur Utama LPPNPI (Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia)/Airnav Indonesia, Novie Riyanto, di Hotel Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Bupati Tasdi mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman tersebut menjadi dasar pelaksanaan pembangunan bandara komersial tersebut.

“Penandatangan MoU antara Pemkab Purbalingga dengan berbagai pihak tersebut menjadi catatan sejarah dimulainya realisasi pembangunan bandara Jenderal Besar Soedirman. Selanjutnya, PT Angkasa Pura II yang akan menjadi operator BJS mulai merealisasikan pembangunan fisik dengan finalisasi Detail Enginering Design (DED).

Diharapkan pada pertengahan Desember 2017 akan dilakukan groundbreaking dimulainya pembangunan fisik bandara JBS, dan pada Desember 2018, bandara JBS sudah bisa dioperasionalkan,” paparnya.

Sebelumnya, Markas besar TNI Angkatan Udara (Mabes TNI AU) telah memberikan ijin dan persetujuan kepada Pemkab Purbalingga yang akan membangun akses jalan menuju bandara JBS di wilayah Kemangkon. Lahan milik TNI AU yang akan dibangun akses jalan itu sepanjang 420 meter x 20 meter.

Ketua DPRD Purbalingga Tongat mengatakan pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan bandara tersebut. Bentuk dukungan dilakukan dengan menyetujui alokasi anggaran di APBD Perubahan tahun 2017 untuk pembebasan lahan terkait pembangunan bandara.

“Kami telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 30 Miliar untuk pembebasan lahan untuk pembangunan bandara. Ada lahan seluas 4,2 hektare (ha) milik 60 Kepala Keluarga (KK) yang yang akan digunakan untuk pembangunan bandara. Proses ganti rugi diharapkan bisa berjalan lancar,’ tuturnya.(mahendra yudhi krisnha)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!