by

Minikino Luncurkan Film “Sejauh ku Melangkah” Versi Inklusif

-Nusantara, Update-dibaca 6.62Rb kali | Dibagikan 21 Kali

Film dokumenter “Sejauh Kumelangkah” atau yang dalam bahasa Inggris berjudul “How Far I’ll Go” karya sutradara Ucu Agustin, kini kembali melanjutkan langkah-langkah distribusinya yang sempat terkendala karena pandemic Covid-19.

Bekerjasama dengan Minikino (Minikino.org), film “Sejauh Kumelangkah” yang bercerita tentang persahabatan dua remaja tunanetra di dua Negara Indonesia dan Amerika Serikat, akan meluncurkan versi baru yang dilengkapi dengan audio description, (AD), dan close caption(CC).

Koordinator versi AD Minikino, Edo Wulia menjelaskan, AD merupakan versi yang dipersembahkan untuk penonton tunanetra. Dengan AD, kesempatan dan akses bagi para tunanetra untuk menikmati film terbuka dan setara dengan para penonton lainnya yang bisa melihat. Pengalaman menonton bersama antara para penonton tunanetra dan yang melihat ini.

“Diharapkan menjadi kesempatan unik dan bisa membuka diskusi baru dalam memberi makna yang lebih mendalam tentang semangat inklusif dan hak-hak difabel yang dikampanyekan dalam film,” katanya seperti dalam keterangan pers yang diterima media siber lintas24.com, Senin (16 November 2020).

Sutradara film,Ucu Agustin mengaku sangat senang bertemu dengan mitra seperti Minikino yang menghargai para penonton dan penikmat film, tak terkecuali mereka yang datang dari komunitas disabilitas.

“Dulu kita sempat mengenal bioskop bisik, dan kini di negara dimana industri filmnya sudah mulai diharuskan untuk tak meninggalkan mereka yang berkebutuhan khusus dengan menuntut pelaku industri film untuk menambahkan versi audio description untuk penonton tak bisa melihat dan close caption untuk mereka yang tak bisa mendengar,”katanya

Maka lanjutnya, hal ini merupakan tantangan di Indonesia untuk memulai sebagai bagian dari kontribusi para pelaku usaha film untuk bersama  mewujudkan masyarakat yang inklusif.

“Versi AD dari film Sejauh Kumelangkah adalah mimpinya sejak awal membuat film ini, namun baru kini terwujud berkat kerjasama dengan Minikino,” ungkapnya.

Peluncuran “Sejauh Kumelangkah” akan dilakukan dalam bentuk pemutaran inklusif selama bulan November 2020 di Bali. Rangkaian pemutaran film ini dilakukan dengan menggandeng Minikino dan Yayasan Kino Media sebagai organisasi penyelenggara dan berkolaborasi dengan beberapa venue-venue pemutaran di Bali.

Acara perdana akan dilakukan di MASH Denpasar Art House Cinema pada Rabu 18 November 2020. Kemudian akan disusul dengan pemutaran di Uma Seminyak Rabu, (25 November 2020) dan Rumah Film Sang Karsa di Buleleng untuk menjangkau masyarakat di Bali Utara Sabtu, (28 November 2020).

Rangkaian acara ini tidak memungut biaya, namun memberlakukan pembatasan dan undangan khusus saja. Bagi penonton tunanetra dan disabilitas lainnya, pers dan masyarakat yang ingin hadir menonton di lokasi pada tanggal-tanggal tersebut, bisa menghubungi minikino melalui sosial media atau websitenya (untuk diarahkan ke kontak yang tepat. Selengkapnya mengenai acara bisa dilihat di https://minikino.org/sejauhkumelangkah).

Selain kampanye hak disabilitas dan inklusivitas, peluncuran versi audio description “Sejauh Kumelangkah” juga merupakan bagian dari kampanye kesadaran hak cipta kepada masyarakat. Ini terkait dengan dengan proses hukum yang sedang berjalan antara sutradara Ucu Agustin dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga TVRI dan USeeTV. Sejak 2 Oktober 2020, film “Sejauh Kumelangkah” menjadi sorotan publik dan media karena somasi pelanggaran hak cipta yang dilayangkan ke ketiga lembaga yakni  Kemendikbud, TVRI, dan USeeTV (Telkom).

Comment

Berita Lainnya