by

Minikino Film Week Ke-6 Hadirkan Forum Diskusi Berkualitas

-Pendidikan, Update-dibaca 8.65Rb kali | Dibagikan 36 Kali

Selain festival film, Minikino Film Week 6 (MFW6) tahun ini menghadirkan forum berupa diskusi panel menarik bagi para pesertanya.

Hal tersebut disampaikan Direktur Program Minikino, Fransiska Prihadi, perihal semarak dan antusiasnya MFW6 tahun ini, meskipun dalam situasi pandemi.

“Dalam Short Film Market MFW6 akan menghadirkan Forum berupa diskusi panel dengan berbagai topik diskusi,” tuturnya kepada siber lintas24.com, Selasa (01 September 2020).

Beberapa forum diskusi tersebut, antara lain Why Film Festival Matters Beyond 2020 yang menghadirkan Jukka Pekka Laakso (Finlandia), Gina Dellabarca (New Zealand), Kelly Lui (Kanada) dan Koyo Yamashita (Jepang). Future Cinema Audience: The Youth, yang akan dihadiri oleh Tomy W. Taslim (Indonesia), Sébastien Simon (Prancis, Korea Selatan) dan Tim Redford (Prancis) serta MFW6 Youth Juries Kayla Amare Budiwarman, Qiu Mattane Lao, Seika Cintanya Sanger, Sophie Louisa & Stella Melody Winata.

“Para profesional dari industri film pendek dunia yang hadir  juga akan menambah wawasan tentang nilai ekonomi film, seperti Ho Hock Doong (Malaysia), Jaime E. Manrique (Kolombia), Sabrina Spence (Kanada) dan Vivian Idris (Indonesia),”tambahnya.

Ia juga mengatakan, Anggun Pradesha, seorang aktivis transpuan, bersama ibunya dari Jambi juga akan hadir secara langsung mengisi program MFW6 Talks tentang keberagaman dan penerimaan orang tua. Kemudian, ada Asako Fujioka (Jepang) yang akan memaparkan program kolaborasi Yamagata Documentary Dojo dengan Minikino berupa pertukaran pembuat film pendek dalam sesi “Breathing The Same Air”, Ade Wirawan, pendiri Bali Deaf Community akan membahas  topik Film, Orang Tuli, dan Bahasa Isyarat.

Fransiska menjelaskan bahwa seluruh film pendek yang diputar memiliki teks Bahasa Indonesia. Keistimewaan MFW6 tahun ini adalah merambahnya jangkauan kepada penonton tuna netra dan tuli agar dapat menikmati festival film pendek ini. Bekerja sama dengan Teater Kalangan, untuk pertama kalinya dibuat deskripsi audio untuk 5 (lima) film pendek Indonesia dalam program S-Express 2020: Indonesia.

Workshop akan diisi dengan perkenalan produksi film dengan ponsel pintar oleh Mondiblanc Workshop. Ada pula workshop gambar gerak untuk anak-anak yang akan mengiringi layar tancap di 3 (tiga) desa. Kolaborasi tahun ini juga dilakukan bersama Nosa Normanda untuk memproduksi serial podcast minikino dengan fokus dunia film pendek,” ungkapnya.

Masih dengan format yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini MFW 6, Bali International Short Film Festival hadir di 10 titik yang tersebar di seluruh Pulau Bali. Acara akan berlangsung secara bersamaan selama 1 minggu (4-12 September). Hanya terkecuali Pop Up Cinema (layar tancap) yang akan ada selama 3 (tiga) hari saja secara bergiliran di masing-masing desa.

“Seluruh calon penonton diwajibkan mendaftar terlebih dahulu sebelum datang ke lokasi acara dengan festival pass yang dapat diperoleh tanpa dikenakan biaya. Formulir festival pass dapat diisi secara daring di minikino.org/festivalpass,” ungkapnya.

Editor : Rizky Riawan Nursatria

Comment

Berita Lainnya