by

Minikino Film Week 6, Bali International Short Film Festival Resmi Berakhir

-Teknologi, Update-dibaca 7.69Rb kali | Dibagikan 19 Kali

Minikino Film Week 6 (MFW6), Bali International Short Film Festival telah berakhir pada Sabtu, (12 September 2020). Tahun ini seremoni penutupan bertempat di Water Garden ARMA Museum & Resort, Ubud, Gianyar.

MFW6 menutup perhelatannya dengan mengumumkan pemenang kompetisi dan peraih penghargaan internasional untuk masing-masing kategori tahun ini.

Dalam suasana pandemi COVID-19, para tamu undangan yang hadir diwajibkan mengisi daftar registrasi dan melaksanakan protokol kesehatan, seperti pemeriksaan suhu tubuh, mencuci tangan dengan air mengalir atau hand sanitizer. Para tamu juga memakai masker atau face-shield sepanjang acara dan menjaga jarak.

Direktur Festival, Edo Wulia menyampaikan terima kasih kepada para sukarelawan yang saling membantu, serta penonton yang telah mematuhi protokol sepanjang waktu

“Membuat festival tidaklah mudah. Kami sudah merencanakan tanggal kegiatan tahun ini sejak berakhirnya MFW5 tahun lalu. Sama sekali tidak terbayang kondisi pandemi akan terjadi. Karena merekalah festival ini masih bisa berjalan, walaupun dengan semua keterbatasan. Semoga dapat menginspirasi kegiatan yang lain dengan standard normal yang baru ini,” tuturnya.

Direktur Program Fransiska Prihadi memberikan laporan mengenai statistik penonton selama MFW6 berlangsung sejak dibuka pada Jumat, (4 September 2020 lalu).

Dikatakan, ada 109 jumlah pemutaran program film pendek di Short Film Festival yang dilaksanakan pada 7 lokasi Micro Cinema dan 3 Pop Up Cinema. Satu-satunya program film pendek yang diputar online ialah Begadang Official Selection 2020 yang diputar dua kali. Selanjutnya Short Film Market yang meliputi Workshop, Forum dan Talks meliputi 20 program yang dilaksanakan di lokasi. Seluruh program Short Film Market kecuali workshop dan fringe events merupakan aktivitas hybrid yang diselenggarakan di lokasi serta disiarkan online sampai Selasa, 15 September 2020.

“Jumlah total penonton selama 9 (sembilan) hari yang datang secara fisik ialah 1611. Sementara penonton (viewers) yang bergabung secara virtual melalui live YouTube, Facebook, dan Instagram tercatat sampai tanggal 12 September 2020 ialah 1746 viewers,” ungkapnya.

Direktur Traveling Festival, Made Suarbawa mengatakan, inspirasi untuk mendirikan Pop Up Cinema (layar tancap) ke desa-desa didapat dari semangat anak-anak muda dan warga di desa itu sendiri untuk mengembalikan budaya menonton.

“Inilah yang menjadi semangat kami membuat Pop Up Cinema ini. Tahun ini kami menjalankan Pop Up di 3 (tiga) desa yaitu Desa Pedawa, Selat dan Tegeh Sari. Potensi kolaborasi kami harap makin berkembang secara jangka panjang,” katanya.

Peraih penghargaan International Award untuk masing-masing kategori, antara lain;

  1. MFW6 Best Animation Short diraih oleh “And Then The Bear” (sutradara: Agnes Patron, Perancis, 2019);
  2. MFW6 Best Audio Visual Experimental Short diraih oleh “This Makes Me Want to Predict The Past” (sutradara: Cana Bilir-Meier, Jerman-Austria, 2019);
  3. MFW6 Best Children Short diraih oleh “Sonia Loves, Sonia Doesn’t” (sutradara: Natalia Beliaeva, Federasi Rusia-Slovakia, 2020, fiksi);
  4. MFW6 Best Documentary Short diraih oleh “Mama Mania” (sutradara: Vincent Sparreboom, Netherlands, 2019);
  5. MFW6 Best Fiction Short diraih oleh “Cayenne” (sutradara: Simon Gionet, Kanada, 2020);
  6. MFW6 Programmer’s Choice diraih oleh “When Light Fades” (sutradara: Daan Groot, Netherlands, 2020, fiksi);
  7. MFW6 Youth Jury Awards diraih oleh “End-O” (sutradara: Alice Seabright, Britania Raya, 2019, fiksi).

Penghargaan paling bergengsi, untuk MFW Best Short Film of the Year 2020 jatuh pada “A Thousand Sails” (sutradara: Tsang Hing Weng Eric, Hong Kong, 2019, fiksi).

 

 

Comment

Berita Lainnya