by

Minikino dan Teater Kalangan Suguhkan Deskripsi Audio di S-Express 2020 Bagi Tuna Nerta

-Teknologi, Update-dibaca 21.87Rb kali | Dibagikan 80 Kali

Pada S-Express edisi ke-18 tahun 2020 ini, Minikino secara khusus menggandeng salah satu kelompok seni pertunjukan ternama di Bali, Teater Kalangan. Kerja sama yang unik ini menghasilkan sebuah proyek deskripsi audio atau yang lebih dikenal dengan audio description. Deskripsi audio ini ditambahkan pada S-Express 2020: Indonesia, untuk membuka akses pada tuna netra agar dapat mengikut euforia dan suasana tayangan film.

Direktur Program Minikino, Fransiska Prihadi, mengatakan adanya kerja sama ini dijalin untuk membuat inovasi dan kemudahan bagi para penyandang tuna netra dan juga memperkaya pengalaman menonton film.

“Untuk pertama kalinya kami menghadirkan tayangan dengan deskripsi audio ini. Meski begitu, harapannya acara ini akan menawarkan pengalaman menonton film yang lebih menyenangkan dan terfokus. Dengan audio description, kita tidak lagi tergantung pada relawan pembisik.” Ungkapnya, kepada siber lintas24.com, Kamis (27 Agustus 2020).

Program bertajuk ‘S-Express 2020: Indonesia’ menjadi bagian dari festival film pendek internasional Minikino Film Week 6 yang akan dilaksanakan 4 – 12 September 2020 mendatang di Bali. S-Express kali ini terdiri atas 5 (lima) film pendek yang disusun langsung oleh Direktur Program Minikino, Fransiska Prihadi.

Kelima film pendek tersebut ialah, Sunyi (sutradara Riani Singgih, Dokumenter, 2018), Joko & Bowo Reading Vol. 1 (sutradara: I Kadek Jaya Wiguna, Fiksi, 2019), Omah Njero (sutradara: Gelora Yudhaswara, Fiksi, 2019), Jemari Yang Menari di Atas Luka-Luka (sutradara: Putri Sarah Amelia, Fiksi, 2019) dan Bura (sutradara: Eden Junjung, Fiksi, 2019).

“Kelima film ini menyampaikan cerita yang patut disuarakan di tahun 2020 ini. Harapannya film-film pendek ini dapat menggugah diskusi yang menarik.” ungkap Fransiska Prihadi mengenai program tersebut.

Koordinator Deskripsi Audio  Teater Kalangan, Agus Wiratama, mengatakan  Teater Kalangan secara khusus akan menulis naskah deskripsi audio sekaligus menarasikannya. Pada proses pembuatan naskah tersebut, mereka juga melibatkan naskah asli dari masing-masing film.

“Deskripsi audio film Sunyi ditulis dan dinarasikan oleh Manik Sukadana,  Joko & Bowo Reading Vol. 1 oleh Wayan Sumahardika dan dinarasikan oleh Iin Valentine, Omah Njero ditulis oleh Jong Santiasa Putra dan dinarasikan oleh Dedek Surya Mahadipa,  Jemari Yang Menari di Atas Luka-Luka ditulis oleh Juli Sastrawan dan dinarasikan oleh Iin Valentine, dan Bura ditulis dan dinarasikan oleh saya sendiri”, tuturnya.

S-Express 2020: Indonesia dengan inovasi deskripsi audio ini dapat dinikmati untuk umum dalam Minikino Film Week 6 – Bali International Short Film Festival  tanggal 5, 6, dan 10 September. Acara tersebut secara khusus dibuat untuk komunitas penyandang tuna netra.

Lokasinya dapat ditemui di Minihall Irama Indah, Rumah Sanur Creative Hub, dan Antida Sound Garden. Seluruh  jadwal tayang berserta lokasi acara dapat diakses pada laman resmi festival, yakni minikino.org/filmweek.

Editor : Rizky Riawan Nursatria

Comment

Berita Lainnya