Meriah, Lomba Membuat Selongsong Kupat di Desa Makam

By: On: Dibaca: 96,289x
Meriah, Lomba Membuat Selongsong Kupat di Desa Makam

DSC_1575

PULUHAN warga Desa Makam, Kecamatan Rembang, Purbalingga baik yang muda maupun yang tua berkumpul di halaman balai desa setempat, Minggu (3/7). Mereka sudah dibagi menjadi beberapa kelompok. Satu kelompok tiga orang.

Di meja telah ada beberapa helai janur (daun kelapa). Tangan mereka diangkat. Dan ketika pembawa acara meniup peluit, tangan warga segera berebut janur, lalu adu cepat dan tangkas. Janur dipilin-pilin di tangan, dianyam dan jadilah sebuah selongsong ketupat.

Para orang tua nampak mahir membuat selongsong ketupat ini. Dalam hitungan menit, beberapa buah selongsong jadi dan tergeletak di meja. Ada pula yang kesulitan membuatnya, terutama para pemuda dan anak-anak. Janur yang dililit dan dianyam tak kunjung jadi selongsong. Bahkan, ada pula yang tidak jadi dan kesal lalu meninggalkan arena lomba.

Sementara para peserta sibuk membuat selongsong ketupat sebanyak-banyaknya, di panggung, sekelompok anak muda memberi semangat dengan alunan musik calung yang rancak. Bahkan beberapa dari mereka asyik berjoged. Hingga 15 menit berlalu, peluit kembali ditiup tanda lomba berakhir.

Itulah gambaran kemeriahan Lomba Gawe Kupat yang digelar oleh Karang Taruna Tunas Harapan dan Pemdes Makam dalam rangka memeriahkan Ramadan dan menyambut Idul Fitri. Selain itu, gelaran ini menjadi ajang silaturahmi warga. Ya, ketupat memang tidak bisa dipisahkan dari budaya lebaran di tempat kita.

“Saat ini banyak warga terutama anak muda tidak bisa membuat selongsong ketupat. Mereka tinggal membeli saja ke orang. Padahal ketupat ini kan warisan budaya kita. Kita bisa lihat tadi, yang bisa membuat kebanyakan orang tua. Nah, yang muda harus belajar membuatnya, jangan sampai nanti beberapa tahun ke depan, di sini tidak ada yang bisa membuat selongsong ketupat,” terang Kepala Desa Makam, Sugiatno didampingi Ketua Karang Taruna Tunas Harapan Fery Setiono.

Adapun ketupat yang dibuat oleh para peserta, dikumpulkan dan dibagi lagi ke masyarakat. Nah, yang menarik lagi adalah, para pemenang pada lomba itu mendapatkan hadiah berupa seekor ayam jago. Tidak hanya itu, anak-anak kecil yang ikut membuat selongsong ketupat, meskipun tidak dilombakan, namun mereka mendapat bebungah dari Kades

Parkir Pasar Segamas Semrawut

Para pengunjung Pasar Segamas Purbalingga mengeluhkan kondisi parkir di pasar tersebut terutama di area dalam pasar yang semrawut. Bahkan mereka kesulitan mengeluarkan motor yang diparkir karena tidak ada petugas parkir.

“Saya harus mundur-mundurkan motor orang lain dulu untuk bisa mengeluarkan motor saya. Ini sangat merepotkan, apa lagi saya membawa barang belanjaan yang cukup banyak,” kata salah satu pengunjung pasar, Suryati (36), Minggu (3/7).

Kepala UPT Pasar Segamas Sunarto mengatakan, terkait parkir, seharusnya sudah ditangani oleh pihak ketiga sebagai pemenang lelang pengelolaan parkir Pasar Segamas yaitu CV Maju Mapan. Ia mengakui jika saat puasa dan menjelang lebaran ini, parkir di pasar terbesar di Purbalingga ini semrawut.

“Dalam klausul kontrak, pengelola parkir minimal menyediakan 37 petugas parkir. Tapi dari pantauan kami, ini tidak sampai segitu. Kami sudah berkali-kali meminta kepada pengelola parkir untuk menambah petugas parkir, jawabannya hanya iya-iya saja, tapi sampai hari ini tidak ditambahi alias bohong,” katanya geram.

Bahkan pihaknya terpaksa meminta satpam untuk membantu menata parkir tersebut. Padahal satpam tersebut harus berpatroli untuk menjaga keamanan. Terlebih lagi beberapa hari menjelang lebaran ini, jumlah pengunjung pasar semakin meningkat sehingga tingkat kerawanan juga semakin tinggi.

“Kemarin ada ibu hamil yang kesulitan mengeluarkan motor. Akhirnya dibantu oleh satpam. Petugas satpam kami bukan untuk menata motor parkir,” katanya.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!