Merampok Alfamart, Didot dan Lijing Dihukum 1,5 Tahun

By: On: Dibaca: dibaca 94.51Rbx
Merampok Alfamart, Didot dan Lijing Dihukum 1,5 Tahun

PURBALINGGA- Dandi Septiyo alias Didot (24) dan Toni alias Lijing (25) keduanya warga Desa Ledug, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas dihukum 1,5 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Purbalingga dalam sidang putusan, Kamis (6/8) karena merampok toko modern Alfamart Padamara, Maret silam.

Hukuman yang diberikan hakim Nenden Rika Puspitasari, Guntur Pambudi Wijaya dan Bagus Trenggono lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Haryanta yang mendakwanya dengan Pasal 365 ayat 2 ke-2 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan meminta kedua terdakwa dihukum dua tahun.

Hakim beralasan, perbuatan yang dilakukan kedua terdakwa sudah merugikan orang lain dan meresahkan masyarakat. Sedangkan yang meringankan karena selama persidangan keduanya sopan dan berterus terang mengakui perbuatannya. Atas putusan itu, kedua terdakwa pun menerimanya.

Keduanya ditangkap oleh polisi 10 Maret 2015 karena menjadi tersangka perampokan Alfamart Padamara di Desa/Kecamatan Padamara pada Rabu (4/3) lalu. Selama persidangan terungkap jika pada malam itu sebelum melakukan aksinya, sekitar pukul 22.00 kedua terdakwa sempat menenggak minuman keras di rumah Didot. Keduanya lalu membuat rencana agar memiliki uang dengan cara tidak baik.

Mereka sepakat untuk menodong. Akhirnya mereka berangkat dari rumah terdakwa Didot menggunakan sepeda motor. Tak lupa mereka mengenakan pakaian tertutup, helm dan membawa sebilah golok untuk menjalankan aksinya. Mereka bergerak ke Purbalingga melewati Sokaraja.

“Muter lalu balik ke arah Purwokerto lewat Padamara. Nah sekitar pukul 00.30 mereka melintas di depan Alfamart Padamara dan melihat kondisinya sepi. Mereka putar arah lalu memarkirkan motor. Salah satu dari mereka mengeluarkan golok dan masuk ke toko modern tersebut dan meminta barang-barang pada penjaga sambil mengancam akan membunuh,” terang Humas PN
Purbalingga Arief Yudhiarto.

Penjaga toko, Bahtiar Eko Wibowo dan Miftachudin lalu menyerahkan ponsel dan dompet miliknya ke terdakwa. Terdakwa juga mengambil sejumlah uang di loker kasir dan mengambil puluhan bungkus rokok. Setelah menjalankan aksinya, terdakwa keluar dan kabur. Akibat kejadian itu, korban menderita kerugian materi sebesar Rp 10 juta.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!