Mengenal Sinden Wayang Lalu Lintas Polres Purbalingga

By: On: Dibaca: dibaca 153.63Rbx
Mengenal Sinden Wayang Lalu Lintas Polres Purbalingga

baru

 

Polri…Polri…Polri, Polisi Republik Indonesia, Sansetya Ngemban Tugas Negara, Landasan UUD 45, Njunjung Tinggi Falsafah Pancasila, Janji Tribrata Catur Prasetya, Pelindung Pengayom Masyarakat, Profesional Modern Terpercaya, Demi Cita-cita Bangsa Indonesia Jaya.

Syair lagu itu dinyanyikan oleh Brigadir Polisi Satu Tri Ariyani dan Brigadir Polisi Dua Lita Anggraeni sebagai pesinden dalam pagelaran wayang lalu lintas. Kolaborasi fenomenal itu ditunjukkan bersama Dalang Brigadir Teguh Riyanto menjadi terobosan Unit Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) Satlantas Polres Purbalingga untuk mensosialisasikan dan sekaligus memberikan edukasi tertib berlalu lintas dalam bentuk lain kepada masyarakat melalui media wayang.

Brigadir Polisi Satu Tri Ariyani mengungkapkan, Pesinden atau sinden adalah sebutan bagi wanita yang bernyanyi mengiringi orkestra tabuhan gamelan, yang umumnya sebagai penyanyi pengiring cerita pewayangan. Dalam kamus Bahasa Jawa, “sinden” adalah penyanyi wanita pada seni gamelan atau dalam pertunjukan wayang (golek, kulit), sedangkan “menyinden” adalah menyanyikan lagu pada seni karawitan atau pada pertunjukan wayang (golek, kulit).

Dapat juga disebut waranggana “wara” yang berarti wanita, dan “anggana” yang berarti sendiri, dalam hal ini berarti wanita yang sendiri dalam seni karawitan maupun seni pertunjukan wayang, dan dalam Kamus Bahasa Kawi “waranggana” berarti bidadari.

Sinden mempunyai keindahan dalam seni swara yang dapat dinikmati bagi semua masyarakat umum yang mendengarkan dan melihat seni pertunjukan itu baik dalam seni karawitan maupun dalam pertunjukan wayang kulit.

“Harus ada kekompakan antara Dalang sebagai pemegang kendali acara, Pesinden sebagai penyanyi dan regu penabuh gamelan. Kalau sudah kompak, harmonisasi pegalaran pasti indah untuk dilihat dan didengar,”ungkapnya.

Ia sudah enam kali mendampingi Dalang Brigadir Teguh dalam pementasan wayang lalu lintas. Sedikitnya ada empat lagu yang dinyanyikan,saat dalang mulai membuka kelir wayang hingga paripurna (selesai-red).

“Nggak susah kok, asyik dan berkesan sekali, lagunya itu macam-macam, ada yang memakai Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa. Misalnya, lagu Polri, Prau Layar, dan Getuk,”ungkap Brigadir Polisi Satu Tri Ariyani.

Ia mengungkapkan, wayang bergambar anggota Polisi Lalu Lintas ini, membidik sasarannya anak usia dini hingga remaja untuk menyaksikan pertunjukan wayang dengan tampilan yang menarik.

“Melalui  wayang diharapkan dapat menajdi asupan tambahan bagi mereka untuk bisa tertib berlalu lintas harus dan menjadi keselamatan nomor satu,” ungkapnya.

Sebagai Pesinden lanjutnya, harus menguasai dan memahami apa yang sudah ditulis dalam skenario sang dalang, harus pas lagu-lagu yang dinyanyikan untuk mengiringi gerakan wayang . Selain itu Pesinden yang baik harus mempunyai kemampuan memahami keinginan sang dalang.

“Paling utama, harus kompak antara Dalang sebagai pemegang kendali acara, Pesinden sebagai penyanyi dan regu penabuh gamelan. Harmonisasi pasti indah untuk dilihat dan didengar,”ungkapnya.

Ia berharap, kedepan wayang lalu lintas harus tetap eksis dan bisa digabungkan dalam event tertentu untuk memberikan penyuluhan kepada orang tua maupun masyarakat secara umum.

“Sehingga kegiatan ini dapat terus melekat dihati dan mampu diketahui masyarakat secara luas untuk menciptakan tertib berlalu lintas,”ungkapnya.

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!