Mengenal Lebih Dekat Bayu Widyatama

By: On: Dibaca: 12,778x
Mengenal Lebih Dekat Bayu Widyatama

Majukan Pemuda, Lewat Sekolah Sepak Bola

Peduli kepada persepakbolaan Indonesia, tak cukup hanya menjadi suporternya, akan tetapi turut berkontribusi pada penyiapan generasi muda pemain sejak dini.

Hal itulah yang ditanamkan oleh sosok politikus muda kelahiran Kejobong Purbalingga, Bayu Widyatama. Menurutnya kematangan pemain professional bergantung pada pengalaman pendidikan sepakbola sejak kecil.

Bayu bersama rekan-rekannya mencoba membina sebuah laskar kecil di Kejobong yang ia namai sebagai Sekolah Sepak Bola (SSB) Perwira Timur.

“Potensi skill memainkan bola anak muda jangan dibiarkan lepas tanpa arah, akan tetapi bagaimana agar mereka memiliki kurikulum dalam bermain sepak bola, sehingga konsep Sekolah Sepak Bola menjadi hal yang apik sebagai wadah untuk mendidik mereka,” kata pria yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Purbalingga ini.

SSB yang ia bina mendidik anak muda dari berbagai kalangan, mulai dari anak usia dini, usia SD, SMP, SMA hingga dewasa/profesional. Untuk bisa masuk ke sekolah ini tentunya harus melalui tahap seleksi untuk memfilter keseriusan dan minat mereka terhadap sepak bola. Sedangkan pelatih sendiri, ia mengandalkan peran dari klub profesional yakni Sigit Pratama yang juga selaku asisten pelatih Persibangga.

Menurut Bayu, siswa didik di SSB Perwira Timur bebas untuk berkarir di manapun termasuk jika dipinang klub profesional. Meski demikian, ia berharap klub tersebut seyogianya tidak melupakan dan peduli kepada SSB asal pemain yang mendorongnya menjadi sukses.

Biarpun SSB merupakan klub amatir paling rendah, kata Bayu jangan pernah dipandang sebelah mata justru merupakan fondasi penting guna mencetak pesepak bola andal di Indonesia.

“Mimpi terbesar kami sebagai pembina SSB Perwira Timur, agar kedepannya menjadi sebuah yayasan sehingga lebih terstruktur dan memiliki sarana dan prasarana latihan yang lebih representatif,” ujarnya.(ganda kurniawan)

Dorong Komoditas Lada

Wilayah Dapil 2 Purbalingga terutama Kecamatan Kejobong, masyarakatnya umumnya merupakan penghasil lada dengan kualitas baik sebagai komoditas utamanya. Bayu Widyatama mencoba turut berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian konstituennya itu.

“Apapun kebutuhan mereka terkait dengan pertanian lada akan kami aspirasikan ke Pemkab, baik untuk menunjang kinerja ataupun mengatasi kendala-kendala yang ada,” katanya.

Lada sebagai komoditas nusantara yang pernah diburu bangsa asing (VOC) ini, kembali terulang di Kejobong.  Baik pembibitan pohon maupun hasil produksi ladanya, menjadi permintaan luar negeri. Bayu membantu mengakomodasi pemasaran hasil produksi mereka, agar mereka dapat menjual dengan harga yang terbaik sehingga diharapkan kesejahteraan mereka meningkat.

“Pertanian lada cukup Potensial dan menjadi primadona di Kejobong. Tidak ada kendala dalam pemasaran, karena banyaknya permintaan dari luar negeri. Tinggal yang dibutuhkan adalah meningkatkan produksi mereka, sehingga perlu bermitra dengan pemerintah untuk riset bibit unggul yang bisa meningkatkan hasil panen dengan luas lahan yang sama,” ucapnya.

 Berkarir Politik Sejak Muda

Pria kelahiran Purbalingga 20 Maret 1988 ini selalu mengedepankan cara-cara berpolitik yang santun dan harus terus dikembangkan dan disampaikan kepada masyarakat, terutama pada anak-anak agar nilai ke-Indonesiannya tidak hilang.

Nilai-nilai ke-Indonesiaan, yakni nilai kesopanan, kesantunan, semua terkandung dalam ideologi Pancasila harus terus disampaikan pada anak-anak kita, bagaimana mengenai kerukukanan, bagaimana persaudaraan, bagaimana mengenai toleransi

“Harus terus melakukan pembinaan ideologi Pancasila dengan memberikan penguatan pendidikan karakter kepada generasi muda agar tidak tergerus nilai-nilai ke-Indonesiannya,”ungkap anggota DPRD Purbalingga periode 2014-2019 dan duduk di Komisi IV DPRD Kabupaten Purbalingga.

Bayu yang juga menjabat Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Kejobong menilai, bahwa pendidikan generasi muda saat ini tidak hanya menerima pendidikan dari guru dan orang tua, tetapi juga dari media sosial. Budaya politik dapat membentuk aspirasi, harapan, preferensi, dan prioritas tertentu dalam menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh perubahan sosial politik.

“Pada gilirannya, disimpulkan bahwa peran budaya politik santun, bersih dan beretika dalam rangka memperkokoh kehidupan berbangsa dan bernegara menuju Indonesia seperti yang dicita-citakan bersama,”ungkapnya

Artinya lanjut Bayu, perlu dilakukan upaya penanaman suatu kesadaran bahwa politik yang hendak kita perjuangkan bukan semata politik kekuasaan, melainkan suatu politik yang mengedepankan panggilan pengabdian demi kesejahteraan masyarakat luas, dialektika antara partai dan politikus serta masyarakat yang kritis.

“Akhirnya, disarankan agar dilaksanakan kembali pendidikan budi pekerti yang merupakan pondasi bagi pelaksanaan Civic Education agar tercipta generasi yang tidak hanya mau menjadi politisi, namun paham budaya dan etika politik,”ungkapnya.

Menyoroti soal infrastruktur, Anggota DPRD Purbalingga perwakilan dari Daerah Pemilian 2 (Kaligondang – Kejobong – Pengadegan) ini mengaku akan ikut memastikan kepada Pemkab agar tahun 2018 ini tidak ada lagi, kejadian gagal lelang, putus kontrak sehingga anggaran bisa terserap maksimal dan tidak ada proyek yang mangkrak

“Saya terus belajar memahami arti pentingnya berpolitik. Tidak hanya ambisi bergabung dengan partai lalu menjadi parlemen di pemerintahan, tapi kita juga menjadi memiliki akses untuk terlibat ‘mengurus’ pemerintahan juga mewujudkan ide-ide soal pembangunan bangsa di level kabupaten. Mengenai agenda pembangunan saya sejalan dengan visi misi bupati. Perjuangan di Komisi IV yang banyak,” jelasnya. (mahendra yudhi krisnha)

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!