Mengapa Pelajaran PKn Tetap Dihati? –  Sri Yuliani, S.Pd

By: On: Dibaca: dibaca 15.26Rbx
Mengapa Pelajaran PKn Tetap Dihati? –  Sri Yuliani, S.Pd

 

Pendidikan Kewarganegaraan yang sering disingkat PKn adalah mata pelajaran yang wajib diterapkan disetiap jenjang pendidikan  dari mulai tingkat dasar sampai perguruan tinggi karena PKn dinilai sangat penting.  Selama ada negara Indonesia dan Pancasila tetap sebagai dasar negara maka pendidikan PKn tidak akan hilang dalam kurikulum pendidikan nasional. PKn merupakan mata pelajaran yang penting dipelajari sebab didalamnya ditanamkan nilai-nilai moral dan kewarganegaraan.

Nilai-nilai moral yang ditanamkan dalam mata pelajaran PKn  adalah nilai-nilai moral yang sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Dengan penanaman nilai moral terhadap peserta didik diharapkan nantinya dapat mencetak generasi bangsa yang bermoral dan berkarakter, memiliki semangat kebangsaan, nasionalisme dan rela berkorban demi bangsa dan negara serta berakhlak mulia. Hal ini karena nilai-nilai moral yang ditanamkan pada peserta didik dapat dijadikan pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertingkah laku.

Kenyataannya PKn  merupakan mata  pelajaran yang kurang diminati oleh peserta didik, Mata pelajaran yang digunakan untuk membangun rasa kebangsaan ini hilang maknanya manakala banyak peserta didik yang tidak menyukai mata pelajaran tersebut. PKn hanya dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai pelengkap pelajaran yang harus diikuti,  bahkan pelajaran ini di anggap pelajaran yang membosankan, karena banyaknya materi yang berupa hafalan.Keberadaan Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) tidak termasuk pelajaran yang di-UN- kan sehingga dianggap tidak penting oleh peserta  didik.

Mengapa mata pelajaran PKn sangat kurang diminati oleh peserta didik dan dianggap pelajaran yang membosankan? Hal ini disebabkan dalam mengajar guru kurang menguasai terhadap materi yang sedang diajarkan, atau guru dalam mengajar  masih menggunakan pola lama, dengan model konvensional yaitu dengan ceramah, sehingga peserta didik dalam prosesnya lebih dominan untuk duduk mendengar dan menjawab pertanyaan apabila guru bertanya. Selama  kegiatan pembelajaran di dominasi oleh gurudan tidak ada praktik pembelajaran di lapangan serta kurangnya  penggunaan media yang menarik yang mendukung materi.

Mengajar merupakan suatu kegiatan yang sangat memerlukan keterampilan profesional, kreatif, inovatif dan kekinian. Seorang guru adalah pemimpin dalam kelasnya sehingga harus  mampu mengendalikan keberadaan peserta didik dalam proses pembelajaran. Bagaimana guru agar mampu membawa peserta didik dalam proses pembelajaran sehingga merasa senang dan tidak bosan? Keterampilan mengelola kelasmerupakan kreatifitas guru. Guru harus mampu menciptakan dan mempertahankan  kondisi kelas untuk mencapai tujuan pengajaran yang secara efektif dan efisiendan menjadikan peserta didik  betah belajar. Misalnya keterampilan guru menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikan bila terjadi gangguan dalam proses intraksi, penghentian tingkah laku anak yang tidak perhatian dengan memberikan suatu pertanyaan agar peserta didik fokus kembali dalam pembelajaran.

Selain itu bagaimana guru dalam penerapan strategi, metode, motivasi kepada peserta didik sehingga PKn menjadi pelajaran yang menyenangkan. Tidak gampang mengajarkan sesuatu yang tidak disukai peserta didik apalagi ketika guru dalam mengajar tidak semangat, mengajarpun tidak menarik apalagi menjadikan peserta didik  untuk mengerti dan memahami apa yang diajarkan guru. Bagaimana agar peserta didik tertarik untuk belajar?  Untuk itu guru perlu membuat strategi pembelajaran dan berupaya meningkatkan ketrampilan dalam proses pembelajaran sehingga akan menjadikan pelajaran PKn merupakan pelajaran yang menyenangkan. Guru PKn bisa memanfaatkan lingkungan sebagai alam takambang dalam pembelajaran. Misalnya pada materi Kedaulatan dan lembaga-lembaga negara pada kelas VIII peserta didik bisa di ajak ke gedung DPRD untuk mengadakan tanya jawab dengan anggota dewan,  atau pada materi Otonomi Daerah kelas IX tentang Pemerintahan Desa, peserta didik bisa diajak untuk kunjungan ke balai desa yaitu  lembaga pemerintahan yang paling bawah. Metode ini tidak dipungut biaya  namun anak bisa langsung mengamati bagaimana kerja pemerintahan desa yaitu dengan wawancara dengan aparat desa.  Gotong royong pada materi K13 kelas VII peserta didik diajak untuk bergabung dengan masyarakat desa melaksanakan gotong royong dan disuruh membuat catatan selama kegiatan.

Guru PKn dituntut harus kreatif dan selalu melakukan inovasi, dalam pembelajaran lebih mengutamakan penguasaan kompetensi yang berpusat pada peserta didik,  seperti  dalam kompetensiabad 21 yang mengintegrasikan antara kecakapan ilmu pengetahuan dan keterampilan dan sikap serta penguasaan terhadap TIK,  kecakapan masing-masing yaitu dikenal dengan 4C yaitu : communication skill,Critical Thinking and Problem Solving, and Innovation(Daya cipta dan Inovasi), dan Collaboration. communication skil.

Pada karakter ini, peserta didik dituntut untuk memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan, dan multimedia. Peserta didik diberikan kesempatan menggunakan kemampuannya untuk mengutarakan ide-idenya, baik itu pada saat berdiskusi dengan teman-temannya maupun ketika menyelesaikan masalah. Critical Thinking and Problem Solvingyaitu Pada karakter ini, peserta didik berusaha untuk memberikan penalaran yang masuk akal dalam memahami dan membuat pilihan yang rumit; memahami interkoneksi antara sistem.

Peserta didik juga menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk berusaha menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya dengan mandiri, peserta didik juga memiliki kemampuan untuk menyusun, mengungkapkan, menganalisis, dan menyelesaikan masalah Creativity and Innovation(Daya cipta dan Inovasi). Pada karakter ini, peserta didik memiliki kemampuan untuk mengembangkan, melaksanakan, dan menyampaikan gagasan-gagasan baru kepada yang lain; bersikap terbuka dan responsif terhadap perspektif baru dan berbeda dan CollaborationPada karakter ini, peserta didik menunjukkan kemampuannya dalam kerjasama berkelompok dan kepemimpinan, beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggungjawab, bekerja secara produktif dengan yang lain.

Dengan kreatifinya guru yang mampu menggunakan dan memanfaaatkan media dan metode maka pelajaran PKn tetap merupakan pelajaran yang menarik dan menyenangkan sehingga bagi peserta didik PKn akan tetap jatuh hati.

*) Penulis  Guru SMP Negeri 4 Kemangkon, Purbalingga

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!