Menengok Prakerin Di Bengkel Mobil Imam Kalikabong. Siapkan Mental Siswa SMK

By: On: Dibaca: dibaca 34.65Rbx
Menengok Prakerin Di Bengkel Mobil Imam Kalikabong. Siapkan Mental Siswa SMK

Baca Juga: Semprotan Ono “Penyok” Siap Memuluskan Body Mobil

Baca Juga: Dinar Ingin Jadi Guru dan Mekanik Mobil

Baca Juga: Bengkel Mobil Imam Purbalingga Bikin Mobil Tangguh Untuk Pulang Kampung

Bagi para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Praktek Kerja Industri (Prakerin) atau kerja magang mungkin akan yang lazim kita didengar menjadi bagian yang wajib diikuti selama pembelajaran dan menjadi persyaratan ketuntasan pembelajaran.

Baca Juga: Sandi Wahyu Pratama Pelajar Kelas 12 Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) 2 SMK Negeri 1 Bukateja – Sabar dan Ulet Itu Rahasianya

Prakerin ini menjadi satu upaya pendekatan untuk meningkatkan mutu lulusan SMK dengan kompetensi kemampuan sesuai bidangnya dan juga menambah bekal untuk memasuki dunia kerja yang semangkin banyak serta ketat dalam persaingannya seperti di masa sekarang ini.

Kerja sama antara industri dengan dunia pendidikan khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan hal yang penting. Terlebih kebutuhan untuk meningkatkan penguasaan teknologi dan kompetensi sehingga dapat memenuhi kebutuhan dunia industri.

Link and match antara sektor pendidikan dan industri merupakan hal yang harus terus ditingkatkan. Selain dapat mengatasi ketertinggalan dalam penguasaan teknologi, link and match ini dapat meningkatkan serapan tenaga kerja dari SMK oleh industri.

Seperti yang sedang dijalani oleh Shafa Aswangga Putra, Klas 11 Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) SMK Negeri 1 Kaligondang, Rafi Nur Hidayat, Ritno Setiawan, Rico Fikih Nurianto, dan Gani Indriyan siswa Klas  11 TKRO SMK Negeri 1 Bukateja. Mereka berlima sedang menerapkan ilmu dari bangku sekolah di bengkel mobil Imam  Kalikabong Purbalingga.

“Prakerin memberikan dan sekaligus mengajarkan kepada kita akan dan bagaimana kehidupan di dunia kerja secara nyata. Disamping ajang penerapan ilmu yang dipelajari di sekolah,” ungkap Shafa Aswangga Putra.

Para siswa Prakerin, diharapkan mampu menyusun laporan hasil dari prakerin ini. Hal tersebut sebagai upaya perbandingan antara disiplin ilmu yang didapatkan di sekolah dengan praktik di lapangan. Sehingga ke depan pihak sekolah dapat menyiapkan metode pembelajarannya. Selain itu, melihat di mana letak kesenjangan antara akademik dengan dunia usaha dan industri itu.

“Ini memberikan  pengalaman kerja langsung bagi saya dalam rangka menanamkan iklim kerja positif yang berorientasi pada peduli mutu proses dan hasil kerja. Untuk siap memasuki dunia kerja dalam menghadapi tuntutan pasar kerja global,” ungkap Gani Indriyan.

Prakerin siswa diharapkan mampu memahami tentang bagaimana tata dan aturan di dunia industri/usaha, sehingga ketika ia nantinya tamat ia sudah benar-benar siap bekerja baik secara keilmuan maupun secara kejiwaan dan mental.

Pemilik bengkel Imam, Eko Fajar Imam menuturkan, fungsi diadakannya prakerin diantaranya mengimplementasikan materi yang selama ini dipelajari di sekolah. Membentuk pola pikir yang membangun bagi siswa, melatih siswa untuk berkomunikasi danberinteraksi secara profesional di dunia kerja yang sebenarnya.

“Targetnya, membentuk semangat kerja yang baik bagi siswa, menjalin kerjasama yang baik antara sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri,”tuturnya

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!