Menu
Media Online Terpercaya

Mendikbudristek Nadiem Makarim Akan Sampaikan Gelombang Protes Pajak Pendidikan

  • Share
Nadiem Makarim
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim. Foto: infoindonesia.id

Dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR, Selasa (15 Juni 2021). Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengaskan Kementeriannnya akan mengkaji wacana pemerintah yang akan mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada sektor pendidikan. PPN pada sektor pendidikan tertuang dalam draf revisi Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

“Pihaknya akan menyampaikan gelombang protes terkait pajak pendidikan ke internal Pemerintah Pusat,” kata Nadiem Makarim.

Untuk diketahui, pemerintah berencana mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) pada barang dan jasa. Berdasarkan rancangan revisi kelima Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), pemerintah menghapuskan jasa pendidikan dari kategori jasa bebas PPN.

“Jenis jasa yang tidak dikenai PPN yakni jasa tertentu dalam kelompok jasa sebagai berikut, g (jasa pendidikan) dihapus seperti pendidikan sekolah seperti PAUD, SD-SMA, perguruan tinggi; dan pendidikan luar sekolah seperti kursus,” tulis rancangan RUU KUP seperti dikutip Kamis (10 Juni 2021).

Secara total, pemerintah mengeluarkan 11 jenis jasa dari kategori bebas PPN. Dengan demikian, hanya tersisa enam jenis jasa kategori bebas PPN dari sebelumnya 17 jenis jasa.

Adapun tarifnya, pemerintah saat ini juga berencana untuk menaikkan tarif PPN dari 10 persen menjadi 12 persen. “Tarif PPN adalah 12 persen,” tulis Pasal 7 ayat 1 draft RUU KUP.

Pada kategori barang, ada dua kelompok yang akan dihapus dari kategori bebas PPN. Keduanya yaitu hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya, tidak termasuk batu bara; dan barang kebutuhan pokok.

Foto: infoindonesia.id

 

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *