Menu
Media Online Terpercaya

Menderita Cerebral Palsy. Inara Tidak Terapi Selama Dua Tahun

  • Share
Pemerintah Kabupaten Purbalingga yang diserahkan Wakil Bupati Sudono, di aula kecamatan Karanganyar, Jum’at (31 Desember 2021).
Pemerintah Kabupaten Purbalingga yang diserahkan Wakil Bupati Sudono, di aula kecamatan Karanganyar, Jum’at (31 Desember 2021).

Inara Ziya Andriyani, bocah berusia enam tahun menderita Cerebral Palsy (CP). Anak pasangan Teguh dan Kustinah warga RT 03 RW 02 Desa Karanggedang Kecamatan Karanganyar hanya bisa tergelatak lemah tidak berdaya, bahkan untuk berbicarapun sulit.

Cerebral palsy atau lumpuh otak adalah penyakit yang menyebabkan gangguan pada gerakan dan koordinasi tubuh.

Penyakit ini disebabkan oleh gangguan perkembangan otak, yang biasanya terjadi saat anak masih di dalam kandungan.

Inara yang genap berusia enam tahun pada 21 Desember 2021 ini hanya bisa tiduran. Kalaupun duduk, harus dibantu, itupun berposisi duduk sandaran.

Makanan yang bisa masuk ke tubuhnya hanya makanan halus. Protein nabati berupa sayuran selalu ditolak tubuhnya.

“Sekarang hanya bisa tiduran, kalau duduk ya didudukin dan senderan.

“Saat ini masih pakai popok dan makan makanan lembut seperti nasi diblender dicampur serelac. Kalau yang sayur-sayuran suka muntah. Saya terimakasih mendapat bantuan dari pemerintah, bantuan ini buat beli popok Inara,” tutur Kustinah (40) saat menerima program bantuan Orang Dengan Kecacatan Berat (ODKB) dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga yang diserahkan Wakil Bupati Sudono, di aula kecamatan Karanganyar, Jum’at (31 Desember 2021).

Wakil Bupati Purbalingga, Sudono menjelaskan, bantuan untuk penderita ODKB berupa uang senilai Rp 300 ribu per bulan. Bantuan ini dicairkan setiap enam bulan sekali melalui Dinas Sosial Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DinsosdaldukKBP3A).

Penyaluran bantuan bagi ODKB di wilayah Kecamatan Karanganyar sebanyak 19 orang, Kertanegara 28 orang, Rembang 10 orang. Penyaluran bantuan ini berbarengan dengan berbagai bantuan Kesra seperti pimpinan ponpes, guru ngaji, guru madin, P3N, PAI Non PNS, Bansos Penderes, Bansos Yatim Piatu dan lainnya.

“Aja dideleng duite, tapi dilihat dari kepedulian pemerintah terhadap warganya yang menderita ODKB, semoga bermanfaat dan dimanfaatkan dengan baik,” katanya.

 

 

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.