by

Menaker Ida Fauziyah Tegaskan Tak Hambat Pencairan Subsidi Gaji

-Update, Wanita-dibaca 2.99Rb kali | Dibagikan 8 Kali

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah berusaha semaksimal mungkin untuk memproses pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau subsidi gaji senilai Rp1,2 juta bagi pekerja bergaji di bawah Rp5 juta.

“Kemenaker tidak ada upaya untuk menghambat penyaluran uang subsidi upah itu untuk ditransfer ke rekening masing-masing penerima.  Namun, pihaknya harus bekerja secara prosedural sesuai regulasi agar program ini tepat sasaran kepada para pekerja yang memang memenuhi kriteria,” kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah dalam keterangan resminya, Rabu (16 September 2020).

Ida merinci, penyaluran subsidi gaji saat ini memasuki tahap ketiga. Dia memastikan penyaluran uang subsidi upah tahap ketiga telah dicairkan kepada 3,5 juta orang, yaitu pekerja atau buruh yang berhak menerima sesuai dalam ketentuan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No.14 Tahun 2020.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan bank penyalur (Himbara) untuk mempercepat proses transfer ke rekening penerima dan jika ada kendala maka kami cari jalan keluar bersama,” katanya

Diketahui, penyaluran tahap ketiga ini melengkapi penyaluran pada tahap sebelumnya, yakni tahap pertma sebanyak 2,5 juta orang penerima dan tahap kedua sebanyak 3 juta orang penerima.

Secara total, hingga saat ini penyaluran subsidi upah telah diberikan kepada 9 juta penerima atau 57% dari total target 15,7 juta orang penerima.

Kepala Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan, Soes Hindharno mengatakan pencairan subsidi gaji tahap ketiga ini memang membutuhkan waktu lebih lama.  Hal ini karena Kemenaker harus melakukan pemeriksaan data penerima subsidi upah yang jumlahnya lebih besar dari tahap pertama dan tahap kedua, yakni sebanyak 3,5 juta orang.

“Proses pencairan terus dipercepat. Namun, tetap harus melalui proses cek dan ricek kembali agar tidak terjadi kesalahan data penerima sehingga program subsidi upah ini tepat sasaran,” kata Soes Hindharno

 

 

 

Comment

Berita Lainnya