by

Mayoritas Sekolah Belum Siap Pembelajaran Tapka di Sekolah

-Pendidikan, Update-dibaca 4.65Rb kali | Dibagikan 26 Kali

Beberapa catatan yang didapatkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebutkan sebanyak 74 persen satuan pendidikan belum membentuk Tim Gugus Tugas Covid-19 di level satuan pendidikan.

“Mestinya satuan pendidikan memiliki tim gugus tugas dengan Surat Keputusan kepala sekolah, dilengkapi dengan pembagian tugas yang rinci,”  tutur Komisioner Bidang Pendidikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti kepada media siber lintas24.com, Jumat (21 Agustus 2020).

Retno juga mendorong penyusunan meja kursi dan nomor absen anak ditempel di setiap meja sehingga anak tidak berpindah tempat duduk. Keberadaan wastafel yang masih belum sebanding dengan jumlah siswa. Letak tempat cuci tangan yang berada di kran wudhu, dan posisinya jauh dari kelas-kelas.

“Saya menyarankan jumlah kursi meja disesuaikan dengan jumlah siswa yang hadir di kelas agar tidak ada peluang anak duduk berdekatan. Selain itu terkait tempat cuci tangan haris ditambah. Kalau tidak, ini akan berpotensi penumpukan saat cuci tangan dan berpotensi anak-anak malas mencuci tangan karena jauh,” kata Retno

Ia mengatakan, sekalipun Covid-19 menjadi masalah di semua negara, kerentanan dan risiko bisa berbeda. Indonesia mesti menyelisik dengan hati-hati kerentanan dan kapasitasnya sendiri dalam mengelola risiko pembukaan sekolah.

“Sehingga bisa memproyeksikan dengan baik untung ruginya,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, anak-anak di Korea Selatan, misalnya, kembali ke ke kelas pada pertengahan Mei ketika kasus setiap hari di bawah 50 orang. Sempat mengalami peningkatan kasus sehingga kembali menerapkan pengajaran daring di beberapa sekolah hingga wabah kembali bisa dikendalikan.

Hal berbeda terjadi di Israel. Retno menjelaskan, Israel kembali menutup sekolah pada 3 Juni setelah membukanya pada 3 Mei. Hanya sebulan setelah membuka sekolah, ada 2.026 siswa, guru, dan staf dinyatakan positif Covid-19 dan 28.147 siswa dikarantina karena diduga terpapar virus.

“Secara nasional, jelas wabah di Indonesia belum terkendali dengan penambahan rata-rata di atas 1.500-2.000 kasus baru setiap hari dan kematian rata-rata di atas 50 orang per hari, sehingga menempatkan kita di nomor urut  ke-23 negara dengan total kasus dan nomor ke-20 kematian terbanyak di dunia,” kata Retno.

 

 

Comment

Berita Lainnya