by

Masyarakat Purbalingga Rapatkan Barisan, Siaga Penanggulangan Bencana

-Daerah, Update-dibaca 9.23Rb kali | Dibagikan 37 Kali

Komandan Kodim (Dandim) 0702/Purbalingga Letkol Inf Decky Zulhas memimpin Apel Kesiagaan Antisipasi Penanggulangan Bencana Alam di wilayah Kabupaten Purbalingga.  Apel kesiagaan dilakukan sebagai bentuk kesiapan serta koordinasi dan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten  serta seluruh  lapisan masyarakat dalam penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Purbalingga.

Apel ini diikuti Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), TNI, Polri, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI), Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), dan Pramuka Kabupaten Purbalingga.

“Wilayah Kabupaten Purbalingga merupakan daerah rawan bencana alam karena tektur kondisi alamnya. Oleh karena itu, diharapkan kepada seluruh komponen yang terkait lebih pro aktif memantau perkembangan situasi daerah rawan bencana alam yang ada di Kabupaten Purbalingga,” kata Dandim Letkol Inf Decky Zulhas, saat apel di jalan Ir Soekarno, Alun-alun Purbalingga, Selasa pagi (27 Oktober 2020).

Ia mengatakan,  bencana alam yang sering mengancam Purbalingga adalah banjir dan tanah longsor. Terdapat sejumlah wilayah yang perlu mendapatkan perhatian serius, terutama wilayah yang rawan tanah longsor. Antara lain wilayah kecamatan Karangreja, Karangjambu, Bobotsari, Karanganyar, Kertanegara, Karangmoncol, Rembang dan sebagian wilayah Kaligondang, Mrebet dan Kutasari.

Sedangkan wilayah yang rawan banjir, antara lain wilayah Kecamatan Kemangkon, Kaligondang, sebagian wilayah Karanganyar dan Karangmoncol, serta hampir semua wilayah Kabupaten Purbalingga berpotensi terjadinya bencana alam berupa angin ribut dan puting beliung.

“Saya minta, masyarakat tetap waspada dan mengutamakan keselamatan jiwa masing-masing serta saling mengingatkan kepada warga yang berada di daerah-daerah rawan bencana.” katanya.

Dandim Letkol Inf Decky Zulhas menegaskan, saat-saat yang paling berharga adalah saat-saat awal terjadinya bencana itu sendiri. Pemerintah Kabupaten maupun masyarakat yang cekatan didalam melakukan setiap kegiatan tanggap darurat pada jam-jam pertama ataupun hari-hari pertama terjadinya bencana akan dapat menyelamatkan banyak jiwa dan mengurangi sekecil-kecilnya korban yang jatuh akibat bencana.

Baca Juga:  APBD Purbalingga Tahun 2021 Mengalami Penurunan Karena Pandemi Covid-19

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Purbalingga Umar mengungkapkan, dari rekapitulasi keadaan bencana Kabupaten Purbalingga selama Januari-Oktober 2020 telah terjadi sebanyak 74 kali, terdiri dari bencana banjir 1 kali, angin 18, tanah longsor 33, dan kebakaran 22 kali.

“Dari 74 bencana tersebut, terdapat kerugian jiwa 1 orang karena kebakaran, dan kerugian material mencapai Rp. 2,7 miliar” Kerugian material dihitung dari rumah yang rusak berat sebanyak 28 unit, rusak sedang 26 dan rusak ringan 35 unit,” katanya

 

 

Comment

Berita Lainnya