by

Masyarakat Menganggap Tanda Jarak Henti Kendaraan Ala Starting Grid  di Traffic Light Taman Kota Usman Janatin Purbalingga Tidak Bermanfaat

-Peristiwa, Update-dibaca 15.78Rb kali | Dibagikan 85 Kali

Tanda jarak henti kendaraan ala starting grid yang biasa dijumpai dalam sirkuit balap motor kini bisa dijumpai di traffic light Taman Kota Usman Janatin. Namun, para pengendara kendaraan bermotor menganggap keberadaannya tidak ada manfaatnya.

“Coba perhatikan, banyak yang berboncengan. Tubuh pengendara dan pembonceng itu menempel rapat. Jadi menurut saya, tanda jarak henti kendaraan ini tidak ada manfaatnya,” ungkap Bagus pengendara sepeda motor kepada media siber lintas24.com, Rabu (22 Juli 2020)

Hal senada diungkapkan, Prasetyowati. Ia menilai pembuatan jarak henti kendaraan ini latah, seharusnya tidak perlu meniru di wilayah lain.

“Tidak ada manfaatnya. Kalau tujuannya physical distancing, buatlah inovasi dan terobosan yang lebih berguna. Oh, tujuannya untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Baru tahu, kalau untuk itu menurut saya cukup dengan meningkatkan kesadaran masyarakat menaati protokol kesehatan. Pakai masker lah,” ungkapnya

Pengendara sepeda motor lainnya, Sukirman juga menganggap jarak henti kendaraan tidak berguna. Ia beralasan, malah akan menambah sedikit kendaraan yang harus berhenti di ruang henti khusus (RHK)

“Gimana ya, tidak bermanfaat sih. Malah sepeda motor dimungkinkan tambah ke belakang melebihi RHK. Kasihan pengemudi kendaraan roda empat,” katanya

Satu pengemudi kendaraan roda empat, Wawan mengungkapkan, jarak henti kendaraan yang dibuat ini sangat tidak bermaanfaat.

“Kalau boleh berpendapat, cukup diterapkan di satu titik saja. Jangan ditambah di beberapa titik yang lain,” ungkapnya.

Untuk diketahui, beberapa waktu yang lalu, Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Purbalingga melakukan pengecatan marka mirip sirkuit balap motor agar pengendara sepeda motor yang berhenti di saat lampu merah menjaga jarak dengan pengendara yang lain. Pembuatan marka jaga jarak untuk mencegah penyebaran Covid-19

 

 

 

Comment

Berita Lainnya