Masjid Cheng Ho Purbalingga, Punya Kubah Berbentuk Segi Delapan

By: On: Dibaca: 7,599x
Masjid Cheng Ho Purbalingga, Punya Kubah Berbentuk Segi Delapan

Tanggal 5 Juli 2011, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Kabupaten Purbalingga meresmikan masjid Cheng Ho yang terletak di jalan Mrebet KM 8 Desa Selaganggeng, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga.

Dari tengah pusat kota Purbalingga, masjid ini berada di sisi kiri jalan raya Purbalingga-Bobotsari. Jaraknya dari tengah kota Purbalingga sekitar 12 km ke arah utara, sementara jarak tempat ibadah ini dari Bobotsari sekitar 12 km ke arah selatan.Muhammad Cheng Ho adalah seorang laksamana.

Dia memimpin armada pelayaran besar yang terkenal. Ia adalah seorang panglima perang yang berasal dari Yunnan dan beragama Islam. Menurut sejarah yang ada, Laksamana Cheng Ho kerap mengadakan pelayaran ke berbagai wilayah, termasuk ke kawasan Asia Tenggara dan pernah mengukir jejak pelayaran pula di Nusantara.

Masjid Cheng Ho berukuran 11x 9 meter mampu menampung 800 orang jamaah dalam satu waktu sholat. Masjid ini merupakan bentuk akulturasi arsitektur Tiongkok dan Jawa. Sekilas bentuk masjid ini mirip kelenteng. Tidak ada kubah bulat pada bagian atap masjid layaknya tempat ibadah umat muslim kebanyakan.Kubah masjid ini berbentuk pagoda bersegi delapan yang bertingkat-tingkat.

Masing-masing sisi dan tingkat menonjol keluar seperti ekor naga. Warna merah dan kuning mendominasi keseluruhan masjid Cheng Hoo, mirip dengan warna kelenteng yang ada di berbagai daerah di Indonesia. Selain warnanya yang menonjolkan ciri arsitektur Tiongkok, masjid Cheng Hoo juga dihiasi oleh beberapa lampion khas Tiongkok yang juga berwarna merah dan kuning.

Menurut Heri Susetya, mu’alaf keturunan Tionghoa yang merancang pembangunan Masjid Cheng Ho di Purbalingga ini menuruturkan, masjid ini didirikan sebagai wujud ketaatan kepada perintah Allah SWT dan sebagai penghormatan terhadap perjuangan laksamana Cheng Ho, sekaligus sebagai bukti kalau di Indonesia sudah banyak warga keturunan yang sudah memeluk agama Islam.

“Muhammad Cheng Ho itu seorang pejuang muslim dari China, kami harus terus mengingat dan menghormatinya. Sekaligus masjid ini berdiri sebagai bukti warga keturunan Tionghoa sudah banyak yang memeluk agama Islam,” tuturnya kepada Lintas24.com.

Heri Susetya menjelaskan, pilar-pilar masjid yang ada di luar juga berwarna merah. Sementara itu jendelanya berbentuk segi delapan dengan tepian berwarna merah dan kuning. Pilar tengah yang lazim disebut saka guru dibuat melingkar persegi 8 dengan jumlah pilarnya juga 8. Tidak seperti lazimnya saka guru pada masjid yang kebanyakan berdiri di Jawa, umunya segi empat dengan jumlah pilar 4 buah.

“Segi delapan menurut pemahaman warga China mengandung filosofi keselamatan. Delapan itu angka yang tidak putus, segi delapan dalam pemahaman China adalah keselamatan. Islam sendiri artinya selamat,” jelasnya.

Disamping kubah masjid ini berbentuk segi delapan, pada bagian bawah terdapat pahatan berbentuk sarang laba-laba. Nabi Muhammad pernah diselamatkan dari kejaran musuh oleh sarang laba-laba ketika bersembunyi di dalam sebuah gua. Allah sendiri adalah Tuhan maha penyelamat

Pada bagian pintu masuk utama lanjut Heri Susetya, terdapat tulisan kanji berwarna kuning keemasan di atas papan berwarna hitam. Sementara itu di bagian sisi kiri bangunan terdapat sebuah beduk yang berwarna merah, warna yang jarang digunakan pada beduk-beduk di masjid lainnya di Indonesia.  Langit-langit ruang utama Masjid Cheng Hoo Purbalingga dihiasi oleh sebuah lampu gantung susun di tengahnya. Pada setiap bidang segi delapan langit-langit terdapat tulisan Arab berbunyi “Allah”.

“Tulisan-tulisan itu dibuat dengan tarikan garis-garis lurus sehingga nyaris tak menyerupai huruf Arab,”ungkap Heri dengan menunjukan kepada lintas24.com.Menurut pemantauan Lintas24.com, masjid Cheng Ho menjadi tempat pilihan bagi masyarakat muslim yang melintas untuk menunaikan ibadah sholat.

Seperti halnya penuturan Ihda Nur Hidayah, warga kota Pemalang yang sering melakukan perjalanan dari Pemalang ke Purwokerto. Ia selalu transit di masjid Cheng Ho untuk menjalankan shalat.“Saya sering lewat sini. Kalau saya lewat sini kebetulan pas waktunya shalat, saya pasti memilih  masjid ini untuk shalat,”ungkapnya.

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!