by

Masa Tanggap Darurat Corona di Kabupaten Purworejo Diperpanjang

-Daerah, Update-dibaca 3.88Rb kali | Dibagikan 104 Kali

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo memperpanjang masa tanggap darurat Covid-19 . Sebelumnya, Pemkab Purworejo telah menetapkan masa tanggap darurat Covid-19 terhitung mulai tanggal 28 Maret 2020 pukul 00.00 WIB sampai dengan 29 Mei 2020 atau berakhir hari ini. Pemkab kemudian memperpanjang masa tanggap darurat Covid-19 hingga tanggal 12 Juni 2020 mendatang.

Bupati Purworejo Agus Bastian menuturkan, beberapa alasan di balik keputusan ini antara lain para migran yang bekerja di luar negeri dan mulai berdatangan juga menjadi alasan tambahan. Selain itu, langkah tersebut diambil untuk memberi waktu yang cukup dalam penanganan terhadap dampak sosial ekonomi pandemi Corona dan dikarenakan Kabupaten Purworejo dikelilingi oleh Kabupaten/Kota zona merah penyebaran virus Corona.

“Atas dasar hal-hal tersebut, maka dengan ini dinyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Purworejo memperpanjang masa tanggap darurat COVID-19 selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 30 Mei 2020 pukul 00.00 WIB sampai dengan tanggal 12 Juni 2020 pukul 24.00 WIB,” tuturnya kepada cyber media lintas24.com, Sabtu (30 Mei 2020)

Guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona lanjutnya, sekolah-sekolah di Purworejo masih melaksanakan belajar mandiri di rumah dan pelaksanaan ibadah diharapkan untuk mengikuti imbauan dari Kementerian Agama. Untuk ASN, pejabat struktural tetap masuk kerja dan melaksanakan kerja di rumah sesuai aturan yang berlaku. Sedangkan pasar-pasar dan pertokoan juga diimbau tetap melaksanakan protokol kesehatan selama beroperasi.

“Seluruh masyarakat Purworejo agar tetap berperilaku hidup bersih dan sehat, jaga diri dan jaga kesehatan, rajin cuci tangan pakai sabun, selalu memakai masker apabila keluar rumah, jaga jarak aman antar individu, jauhi kerumunan dan tetaplah berada di rumah,” lanjutnya.

“Berkaitan dengan new normal, insyaallah selama 14 hari ke depan kita akan menyiapkan untuk mengikuti apa yang telah diputuskan oleh pemerintah pusat. Untuk itu pemda akan mengikuti keputusan pemerintah pusat dalam memasuki masa new normal, tapi bukan berarti normal seperti dulu tapi normal baru dengan protokoler yang ada,” pungkas Agus.

 

Comment

Berita Lainnya