by

Marwono, S.Pd – Keteladanan yang Baik Kunci Sukses Pendidikan Karakter

-Inspirasi-dibaca 121.12Rb kali | Dibagikan 65 Kali

????????????????????????????????????

Karakter berkaitan dengan konsep moral (moral knonwing), sikap moral (moral felling), dan perilaku moral (moral behavior). Berdasarkan ketiga komponen tersebut dapat dinyatakan bahwa karakter yang baik didukung oleh pengetahuan tentang kebaikan, keinginan untuk berbuat baik, dan melakukan perbuatan kebaikan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) SMP Kabupaten Purbalingga, Marwono, S.Pd.  Dikatakan lebih lanjut, penguatan pendidikan moral (moral education) atau pendidikan karakter (character education) dalam konteks sekarang sangat relevan untuk mengatasi krisis moral yang sedang melanda di negara kita.

“Krisis tersebut antara lain berupa maraknya angka kekerasan anak-anak dan remaja, meningkatnya penyalahgunaan obat-obatan,  pergaulan bebas, dan pornografi sudah menjadi masalah sosial yang hingga saat ini belum dapat diatasi secara tuntas,”ungkap Guru PKn di SMP Negeri 2 Purbalingga kepada elemen dan lintas24.com

Oleh karena itu lanjut Marwono, betapa pentingnya pembentukan karakter. Artinya, pembentukan karakter merupakan bagian dari pendidikan nilai (values education) melalui sekolah merupakan usaha mulia yang mendesak untuk dilakukan.

Dalam pendidikan karakter terdapat butir nilai-nilai diantaranya, religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/ komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab.

“Pendidikan karakter memerlukan metode khusus yang tepat agar tujuan pendidikan dapat tercapai. Di antara metode pembelajaran yang sesuai adalah metode keteladanan, serta metode pembiasaan,”ungkap Marwono.

Tak Hanya Disekolah.

Pendidikan karakter, mutlak diperlukan bukan hanya di sekolah saja, tapi di rumah dan di lingkungan sosial. Pembentukan karakter di mulai dari lingkungan rumah, dengan mengenalkan dan memberikan teladan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Marwono menerangkan, begini maksudnya, dengan mengajarkan kepercayaan kepada Tuhan melalui agama diyakini akan tertanam dan terbentuk karakter diri sehingga akan terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya dan adat istiadat.

“Penguatan peran keluarga, masih diperlukan dan harus terus dilakukan untuk pendidikan anak. Secara luas, bagi Indonesia sekarang ini, pendidikan karakter juga berarti melakukan usaha sungguh-sungguh, sistematik dan berkelanjutan,”tegasnya

Marwono menambahkan, untuk membangkitkan dan menguatkan kesadaran serta keyakinan semua orang Indonesia bahwa tidak akan ada masa depan yang lebih baik tanpa membangun dan menguatkan karakter rakyat Indonesia.

“Dengan kata lain, tidak ada masa depan yang lebih baik yang bisa diwujudkan tanpa memupuk persatuan di tengah-tengah kebinekaan, tanpa kejujuran, tanpa meningkatkan disiplin diri.Inilah tantangan kita bangsa Indonesia, sanggup?,”ungkap Marwono. (Muhammad noor)

Comment

Berita Lainnya