Menu
Media Online Terpercaya

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Sukses Gelar Diskusi Online Artikel Berita

  • Share

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram Dari Rumah (KKN MIT-DR) kelompok 13 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang sukses mengadakan diskusi Online Artikel Berita dengan tema “Good Jurnalist Makes Better Future” melalui Zoom Meeting, Sabtu (23 Januari 2021)

Kegiatan yang diikuti oleh 97 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari siswa sekolah hingga masyarakat umum menghadirkan Ketua Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Reference UIN Walisongo Semarang tahun 2016-2018,  Luqman Sulistiyawan, S.Sos sebagai pemateri.

“Menulis  berita harus independen. Namun, sekarang hal itu semakin sulit. Karena tuntutan media, untuk menjadi jurnalis yang independen kurang bisa. Wartawan yang masih bisa independen ya wartawan kampus,” katanya.

Luqman menambahkan, untuk bisa membuat berita yang menarik, tidak ada yang instan. Harus ada proses untuk memperoleh gaya menulis tersendiri. Jika baru belajar menulis berita, bisa dengan Amati, Tiru, Modifikasi (ATM). Selain itu, dalam membuat berita juga harus melihat dari berbagai sisi agar berita itu memberikan informasi yang berimbang (cover both side).

“Untuk selalu berproses dalam membuat berita yang menarik dan menemukan gaya menulis sendiri. Banyak hal bisa dilakukan, salah satunya adalah dengan ATM. Perbanyak praktik yang penting. Teori itu juga penting sebagai pengantar. Tapi kalau hanya teori tanpa praktek tidak akan ada hasilnya juga kan,”
tuturnya

Anggota tim KKN UIN Walisongo Kelompok 13 yang bertugas sebagai moderator, Devi Widiastuti menegaskan kesimpulan dari diskusi online artikel berita ini. Dalam pembuatan berita, jurnalis harus menyajikan berita yg sesuai dengan kebenaran, dan seimbang.

“Tidak hanya menggunakan satu sudut pandang saja sehingga berita itu  terlihat benar adanya,” ungkap Devi.

Mahasiswi KKN MIT-DR, Nurul Farida Tunnajach  mengaku sangat senang karena acara berjalan dengan lancar dan para peserta juga antusias dengan mengajukan banyak pertanyaan.

“Selain itu, saya juga jadi mengetahui kondisi dunia berita sekarang dan proses untuk menjadi wartawan yang lebih baik di masa depan,” ungkapnya (rilis dari Nurul Farida Tunnajach  Mahasiswi Fakultas Sains dan Teknologi)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *