by

Mabes Polri Minta Jajarannya Jangan Reaktif dengan Candaan

Terkait tindakan Polres Sula, Maluku Utara yang memeriksa Ismail Ahmad seorang Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsula) Provinsi Maluku Utara (Malut) yang mengunggah guyonan Presiden Keempat RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tentang polisi jujur.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Awi Setiyono meminta jajarannya tidak terlalu reaktif menanggapi candaan atau lelucon. Dia meminta agar jajarannya lebih cermat.

“Mabes Polri berharap Polda Malut, khususnya Polres Sula untuk mendudukkan suatu kasus dengan lebih cermat. Jangan mencederai sesuatu yang hanya candaan saja, langsung ditanggapi dengan serius. Jika memang tidak ada unsur pidananya, maka jangan dipaksakan untuk diproses. Saya sampaikan ke Polda Malut terutama Polres Sula coba menyikapi segala sesuatunya jangan terlalu reaktif juga,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa pemeriksaan seorang warga oleh Polres Sula tidak akan berlanjut. Proses hukum dihentikan. Warga yang bersangkutan hanya cukup dimintai klarifikasi.

“Terkait dengan candaan itu sehingga sampai sekarang proses (hukum) itu belum ada,” tuturnya.

Kapolda Maluku Utara, Irjen Rikwanto juga  menegur Kapolres Kepsila. Dia mengatakan pihaknya telah menegur Kapolres Kepsul AKBP Muhammad Irvan dan jajarannya karena peristiwa itu.

“Setelah saya dalami dengan Kapolres-nya, dengan anggota yang memeriksa, dan obyek yang dipermasalahkan, saya anggap itu kurang tepat. Jadi yang dilakukan oleh Polres Sula itu kurang tepat,” kata dia kepada wartawan di di Mapolda Maluku Utara, Kamis (18 Juni 2020).

 

 

Comment

Feed Berita