Lutfi Teguhkan Hati, Jadikan Sampah “Sahabat” Hidupnya

By: On: Dibaca: 13,649x
Lutfi Teguhkan Hati, Jadikan Sampah “Sahabat” Hidupnya

Mengenal Gadis Manis di TPA Kalipancur Bedagas

Persoalan sampah memang tidak ada habisnya, karena setiap harinya sampah selalu dihasilkan. Sayangnya, tidak banyak orang peduli tentang sampah. Terlebih tentang bagaimana mengelola sampah agar menjadi ramah lingkungan

Kita pasti tak asing dan sangat akrab dengan sampah. Setiap hari manusia menghasilkan sampah. Terus menerus, jumlah sampah pun kian meningkat tanpa disadari. Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya.Kita dan sampah memang sesuatu hal yang tidak terpisahkan. Lalu, ke mana perginya sampah tersebut?

Di Purbalingga, sejak 19 Maret 2018 sampah yang berasal dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) wilayah kota dikirim ke Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) sampah Dusun Kalipancur Desa Bedagas Kecamatan Pengadegan. Saat ini di TPA Kalipancur telah tersedia tujuh mesin pemilah sampah dengan kapasitas per alat siap memilah sampah dua dump truk dalam sehari.

Sudah dipastikan, ada tangan-tangan manusia yang cekatan beradu cepat berlomba dengan hembusan bau menyengat yang memasukan sampah kedalam mesin pemilah. Seperti terlihat sepasang tangan milik Lutfi Astuti Romadonii (19) dengan terampil mengais dan mengangkat sampah untuk dipilah menjadi sampah organik maupun anorganik.

Belum genap satu bulan, Gadis berjilbab lulusan SMK Negeri 1 Kaligondang ini meneguhkan hati untuk menyatukan hatinya dengan sampah. Ia sengaja tidak memilih pekerjaan seperti teman sebayanya. Keinginan untuk bisa ikut andil terciptanya kelestarian alam.

“Sampah sekecil apapun keberadaannya tetaplah mengganggu, mulai dari sekedar merusak pandangan karena ketidak elokannya. Belum lagi aroma sampah yang khas itu mengundang lalat pembawa aneka macam penyakit,”ungkap Lutfi.

Lutfi mengaku, sebenarnya pengetahuan pengelolaan sampah yang baik sudah diajarkan melalui pendidikan adiwiyata di Sekolah. Membuang sampah pada tempatnya, sediakan tempat sampah di setiap tempat dirumah.Banyak hal sederhana yang dapat kita lakukan dan keuntungannya adalah terjaganya kebersihan yang tentunya akan meningkatkan lingkungan yang lebih sehat.

“Bagaimanapun, semua kembali kepada kesadaran dan kedisplinan masyarakat untuk membiasakan solusi sederhana tersebut,”ungkapnya.

Sampah ke depannya menurut Lutfi, akan semakin menjadi masalah kalau tidak segera dikelola. Sekarang ini banyak sekali tempat pembuangan sampah yang sampahnya sudah melebihi kapasitas penampungan sehingga sampah mulai menggunung.

Lutfi mengajak, agar masyarakat mau “bersahabat” dengan sampah, yakni tidak menghindari sampah, namun mengelola sampah dengan agar lingkungan sehat dan aman.Sampah jika tidak dikelola dengan baik berpotensi merusak lingkungan. Mengakibatkan pencemaran baik pada tanah, air atau pun udara. Akan tetapi jika dikelola dengan baik

“Sebenarnya sampah-sampah tersebut masih memungkinkan untuk dimanfaatkan baik dalam bentuk aslinya ataupun melalui proses pengolahan atau daur ulang,”ungkap Lutfi.(yoga tri cahyono)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!