Lokalisasi Sunan Kuning Bakal Ditutup, 448 PSK Dapat Pesangon

By: On: Dibaca: 1,775x
Lokalisasi Sunan Kuning Bakal Ditutup, 448 PSK Dapat Pesangon

Pekerja Seks Komersil (PSK) lokalisasi Sunan Kuning akhirnya memutuskan menerima pesangon yang ditetapkan Pemerintah Kota Semarang. Namun, demi mengormati kebijakan pemerintah pusat yang berupaya menutup semua lokalisasi, dia sepakat menerima besaran pesangon yang hanya Rp 5 juta dari APBD Pemkot Semarang.

“Sebenarnya, Saya dan para PSK tidak sepakat saat disodori berkas untuk ditandatangani soal besaran pesangon. Penolakan tersebut lantaran nilainya berbeda dengan kesepakatan awal sebesar Rp 10,5 juta setiap orang,” ungkap Pengelola lokalisasi Sunan Kuning (Resos) Argorejo Suwandi

Ia menjelaskan, rapat awal menyatakan bahwa kucuran dana Rp 10,5 juta, dari APBD Pemkot Semarang Rp 5 juta dan APBN lewat propinsi Rp 5,5 juta.

“Meski belum clear, tapi hari ini sah artinya sudah selesai. Besarannya Rp 5 juta tiap WPS (PSK),” ucapnya.

Hal senada diungkapkan Ari Istiadi. Dia membenarkan kesepakatan besaran uang pesangon yang akan diterima para PSK sebesar Rp 5 juta. Penerimaan pesangon akan diberikan pada 10 hingga 15 Oktober 2019.

“Tempatnya nanti di sini, tandatangan terus dananya ditransfer ke rekening masing-masing PSK yang sudah terdata,” katanya.

Menurutnya, sampai saat ini jumlah WPS yang akan menerima dana pesangon ada 448 PSK. Selanjutnya pemulangan akan dilakukan secara sendiri-sendiri lantaran uang sudah ada ditangan para PSK.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto akan mulai melakukan penutupan secara seremonial Sunan Kuning pada 18 Oktober 2018. Aktivitas prostitusi dan karaoke akan disterilkan sampai tanggal 21 Oktober 2019.

“Penutupan bertahap tidak langsung, jadi tanggal 22 Oktober karaoke masih boleh buka, sembari kami menyusun aturan-aturan tentang operasional karaoke,” katanya.

Meski pemulangan PSK akan berjalan secara pribadi masing-masing. Pemkot Semarang menurut Fajar akan menyiapkan bus untuk mengantar pemulangan para PSK.

“Kami yakin mereka orang-orang yang bisa diajak bicara. Jadi ketika disuruh pulang tidak masalah. Disiapkan bus dari Dinas Sosial tapi kalau mau pulang sendiri juga tidak masalah. Satpol PP juga siap mengantar pulang mereka,” katanya.

 

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!