Logo Pemerintah Kabupaten Purbalingga Harus Diubah – Jadi Bagian Pelurusan Sejarah Kabupaten Purbalingga

By: On: Dibaca: 178,673x
Logo Pemerintah Kabupaten Purbalingga Harus Diubah – Jadi Bagian Pelurusan Sejarah Kabupaten Purbalingga

 

Logo Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah

Pelurusan sejarah Hari Jadi Kabupaten Purbalingga yang seharusnya jatuh pada 23 Juli 1759 bukan 18 Desember 1830 mendapat tanggapan dari pemerhati sejarah Purbalingga.

Salah satu pemerhati sejarah Purbalingga sekaligus mantan Ketua Panitia Penelitian Hari Jadi Purbalingga DPRD Kabupaten Purbalingga tahun 1989, Tri Daya Kartika mengungkapkan, banyak permasalahan yang harus dipahami oleh seluruh masyarakat Purbalingga terkait dengan pelurusan sejarah Hari Jadi Kabupaten Purbalingga yang diwacanakan oleh pengurus Yayasan Arsakusuma Purbalingga.

“Bagusnya memang harus dipahami secara mendalam, istilahnya diluruskan. Ini sejarah, cikal bakal berdirinya Kabupaten Purbalingga,”ungkap Tri Daya Kartika saat dihubungi lintas24.com dan elemen di sela-sela kegiatannya di Bogor Jawa Barat, Sabtu pagi (17 September 2016)

Tri Daya Kartika mengaku setuju dengan pemilihan tanggal 23 Juli 1759 sebagai Hari Jadi Purbalingga bukan 18 Desember 1830. Sebenarnya penetapan Hari Jadi Kabupaten Purbalingga yang jatuh pada 18 Desember 1830 kurang tepat.

Pemerintah Kabupaten Purbalingga saat ini berkewajiban ikut serta berperan aktif untuk meluruskan sejarah. “Saya sampaikan apresiasi yang tinggi untuk Pak Tasdi Bupati Purbalingga, yang telah siap membuat tim kajian jika ditemukan bukti baru mengenai hari jadi Purbalingga,”ungkapnya.

Tim kajian nantinya lanjut Tri Daya Kartika, akan dibebani pekerjaan rumah tambahan untuk mengubah logo Kabupaten Purbalingga termasuk didalamnya tulisan Prasetyaning Nayaka Amangun Praja yang terdapat didalam pita.

“Kegagalan pemahaman dari masyarakat tentang kalimat Prasetyaning Nayaka Amangun Praja. Itu harus segera diubah,”ungkap Tri Daya Kartika.

Tri Daya Kartika menegaskan, selama ini tulisan itu dipahami sebagai sesanti (semboyan-red) yang berarti tekad segenap aparat pelaksana untuk membangun daerah dan negara guna lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat lahir, batin dan merata.

“Sebenanya tulisan itu bukan sesanti melainkan candrasengkala,”ungkapnya.

Dalam hitungan kalender lanjut Tri Daya, terdapat surya sangkala dan candra sangkala. Surya sangkala menggunakan kalender yang mendasarkan perhitungan matahari, sementara candra sengkala menggunakan perhitungan bulan. Contohnya, seperti tahun saka, tahun Jawa, atau tahun Hijriah. Sengkalan adalah kalimat atau susunan kata-kata yang mempunyai watak bilangan untuk menyatakan suatu angka tahun.

“Namun demikian sebenarnya ada pendapat lain yang menyatakan bahwa dalam arti luas Candra Sengkala sudah mencakup pengertian Surya sengkala ( tahun matahari ) dan Candra sengkala (tahun rembulan),”ungkap Tri Daya Kartika.

Mari kita susun candrasengkala Prasetyaning Nayaka Amangun Praja ungkap Tri Daya, Prasetyaning berari 9, Nayaka berarti 2 Amangun berarti 8 dan Praja berarti 1. Kemudian hasil susunan kita balik dan menghasilkan angka tahun 1829.

“Kaitkan dengan Hari Jadi Purbalingga yang telah ditetapkan dan setiap tahun diperingati, 18 Desember 1830. Tidak sama, untuk itu harus segera diubah dan dicari candra sengakalanya dengan tepat dan bermakna,”tegas Tri Daya.

Perubahan yang lain lanjut Tri Daya, pada lukisan pancaran sinar, yang memancar ke 237 arah mempunyai maksud, mencerminkan sifat dasar ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa bagi masyarakat Purbalingga yang tersebar di 237 Desa/ Kelurahan.

“Padahal Pemerintah Kabupaten Purbalingga saat ini sudah mempunyai 239 Desa/ Kelurahan,”ungkapnya.

Tri Daya mendorong semua pihak untuk menilai serta melakukan kajian ulang hari jadi. Terutama untuk meluruskan sejarah yang sebenarnya tentang Kabupaten Purbalingga. Pelurusan sejarah ini sebagai penghargaan pada leluhur yang telah membangun Purbalingga.

“Gali sedalam-dalamnya bukti sejarah, baik literatur dan narasumber tokoh-tokoh masyarakat, sesepuh pinisepuh dan sejarawan harus dilakukan. Saya kira saat ini momen terbaik untuk melakukan itu semua, “ujarnya. (mahendra yudhi krisnha)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!