Listrik Padam, Peserta UNBK Jangan Panik

By: On: Dibaca: dibaca 71.91Rbx
Listrik Padam, Peserta UNBK Jangan Panik

SMP Negeri 2 Purbalingga Siap Gelar UNBK

01

Menyelenggarakan ujian berbasis komputer sebenarnya tidaklah terlalu sulit apabila infrastrukturnya telah tersedia apalagi didukung kualitas sumber daya manusia.

Dalam kegiatan ujian berbasis komputer tidak dibutuhkan pencetakan, distribusi dan pengawalan serta, pengamanan soal dan penilaian dengan pemindaian jawaban.

Hal tersebut ditegaskan Kepala SMP Negeri 2 Purbalingga Heru Prayitno,S.Pd.,M.Si sela-sela kegiatan penyiapan infrastrukur  Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Rabu (8 Maret 2017). Dikatakan Heru, dengan menggunakan ujian berrbasis computer diharapkan meminimalisir terjadinya kebocoran soal atau kecurangan lain yang selalu menjadi momok dalam penyelenggaraan ujian nasional.

“Jadi, ketika sekolah telah melewati proses simulasi dan gladi bersih serta tidak terjadi kendala yang prinsip, maka bisa dipastikan UNBK akan berjalan lancer,”ungkap Heru yang juga Sekretaris Bidang Infokom PGRI Kabupaten Purbalinga.

Heru menambahkan, infrastruktur utama dan masuk dalam kategori prinsip harus lancer dalam UNBK  diantaranya  ketersediaan komputer, daya listrik,  jaringan  internet serta  infrastruktur pendukung seperti UPS, kabel jaringan, switch hub, meja komputer, dan program aplikasi.

“Panitia UNBK, menitik beratkan hal itu dalam kesiap-siagaan pelaksanaan UNBK. Jika semua sudah tersedia dan lancar, maka peserta ujian akan percaya diri dalam mengerjakan soal-soal,”ungkapnya.

Heru menuturkan, para siswa peserta ujian diharapkan tidak panik ketika terjadi gangguan mati aliran listrik, dipastikan siswa tidak akan mengerjakan dari awal lagi namun cukup meneruskan jika lampu menyala lagi. Demikian juga waktu lampu mati tidak akan dihitung mengerjakan sehingga siswa tetap memiliki waktu penuh mengerjakan selama 2 (dua) jam.

“Listrik padam tidak menjadi masalah karena jawaban siswa akan tetap tersimpan di server sekolah.Tidak usah panik, mereka harus memahami hal ini diawal termasuk para orang tua siswa,”ungkapnya.

Heru berharap, hendaknya para orang tua tidak perlu khawatir karena tahapan-tahapan sebagaimana yang disayaratkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan telah dilalui dengan baik.

“Sebelum pelaksanaan UNBK terdapat kegiatan simulasi serta gladi bersih yang bertujuan untuk mengecek proses instalasi aplikasi, pemetaan,  sinkronisasi dan kehandalan jaringan serta melatih siswa terhadap menu aplikasi ujian nasional,”ungkap Heru.

Orang tua Adriandaru Setyo Windhiarto murid kelas IX SMP Negeri 2 Purbalingga, Wiwin Priyanti mengungkapkan, UNBK yang akan dihadapi anaknya tanggal 2- 4 dan 8 Mei 2017 tentu saja dapat beban psikologis apabila tidak diberi pemahaman dan simulasi pengerjaan soal UNBK.

“Nah, kalau ada sosialisasi mengenai seluk beluk UNBK seperti ini, kami para orang tua jadi paham dan tidak deg-degan, tinggal memotivasi anak untuk terus belajar,”ungkap Wiwin.

Wiwin mengakui, pihak SMP Negeri 2 Purbalingga memang telah lama mensosialisasikan

UNBK sejak awal tahun ajaran baru orang tua siswa melalui pengurus Komite dan para guru.

“Kami para orang tua sudah siap menyongsong UNBK, semoga anak saya dapat mengerjakan soal dengan tenang dan benar,”ungkap Wiwin.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!