Lawang Sewu Wisata Sejarah di Semarang

By: On: Dibaca: dibaca 50.29Rbx
Lawang Sewu Wisata Sejarah di Semarang

Semarang mempunyai beragam destinasi wisata yang sayang untuk dilewatkan. Berjuluk Kota Lumpia, kota ini memiliki pesona pariwisata yang mempesona dengan beragam pilihan untuk dinikmati wisatawan.

Liputan Yoga Tri Cahyono – Semarang

 

Lawang Sewu, salah satu bangunan peninggalan Belanda yang tampak megah di pusat Kota Semarang di dekat Tugu Muda Semarang ini sangat ikonik dan terkenal di Semarang. Bangunan indah dan megah dengan dua menara kubah yang menjulang ini bisa membangkitkan jiwa petualangan anda yang ingin merasakan sesuatu yang baru, sesuatu yang menantang nyali anda.

Bila anda berkunjung ke Kota Semarang, pastikan tidak melewatkan bangunan bersejarah yang satu ini, Lawang Sewu.

Ya, secara harafiah, Lawang Sewu berarti seribu pintu, walau tidak tepat berjumlah seribu akan tetapi untuk menggambarkan betapa banyaknya pintu yang ada di dalam bangunan Lawang Sewu.

Namun, bila anda ingin menghitungnya dengan tepat, maka hanya terdapat 600 daun pintu di sana. Namun, jendela jendela yang besar khas jendela bangunan Belanda yang besar bisa anda tambahkan untuk menggenapi jumlah kekurangan daun pintu tadi.

Bangunan Lawang Sewu dibangun pada 27 Februari 1904 dengan nama lain Het hoofdkantor van de Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (Kantor Pusat NIS). Awalnya kegiatan administrasi perkantoran dilakukan di Stasiun Semarang Gudang (Samarang NIS),

Namun dengan berkembangnya jalur jaringan kereta yang sangat pesat, mengakibatkan bertambahnya personil teknis dan tenaga administrasi yang tidak sedikit seiring berkembangnya administrasi perkantoran.Akibatnya kantor NIS di stasiun Samarang NIS tidak lagi memadai.

Berbagai solusi dilakukan NIS antara lain menyewa beberapa bangunan milik perseorangan sebagai solusi sementara yang justru menambah tidak efisien. Apalagi letak stasiun Samarang NIS berada di dekat rawa sehingga urusan sanitasi dan kesehatan pun menjadi pertimbangan penting.

Maka, diusulkanlah alternatif lain: membangun kantor administrasi di lokasi baru. Pilihan jatuh ke lahan yang pada masa itu berada di pinggir kota berdekatan dengan kediaman Residen. Letaknya di ujung Bodjongweg Semarang (sekarang Jalan Pemuda), di sudut pertemuan Bodjongweg dan Samarang naar Kendalweg (jalan raya menuju Kendal).

NIS mempercayakan rancangan gedung kantor pusat NIS di Semarang kepada Prof. Jacob F. Klinkhamer (TH Delft) dan B.J. Quendag, arsitek yang berdomisili di Amsterdam. Seluruh proses perancangan dilakukan di Belanda, baru kemudian gambar-gambar dibawa ke Kota Semarang.

Melihat dari cetak biru Lawang Sewu tertulis bahwa site plan dan denah bangunan ini telah digambar di Amsterdam pada tahun 1903. Begitu pula kelengkapan gambar kerjanya dibuat dan ditandatangani di Amsterdam tahun 1903.

Setelah masa kemerdekaan RI gedung bekas NIS ini digunakan sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Lawang Sewu juga pernah digunakan sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah. Pemerintah Kota Semarang dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.

Saat ini bangunan tua Lawang Sewu tersebut sudah mengalami tahap konservasi dan revitalisasi yang dilakukan oleh Unit Pelestarian benda dan bangunan bersejarah PT Kereta Api Persero.

Wisata Sejarah yang Fenomenal

Lawang Sewu Semarang terdiri dari empat bangunan. Tentu saja, Anda harus ditemani oleh guide tatkala berkeliling di Lawang Sewu agar puas dan mengetahui kebenaran sejarah.

Bangunan Lawang Sewu Semarang terdiri dari tiga lantai yang memiliki sayap bagian kanan dan sayap bagian kiri. Gedung ini sangatlah megah dengan cat tembok berwarna putih menambah jelas kekhasan gedung ala Eropa atau Belanda.

Anda akan diarahkan ke lantai dua melewati sebuah tangga besar. Saat menaiki anak tangga, Anda dapat menyaksikan sebuah dinding kaca berukiran indah dan warna-warni. Kaca yang langsung didatangkan dari Belanda ini masih asli dan terawat. Kaca besar yang unik menampilkan gambar dua orang wanita Belanda jaman dahulu.

Tempat wisata ini memiliki keindahan arsitektur Belanda dan sering digunakan sebagai tempat foto bagi pasangan yang mempersiapkan pernikahan. Tatkala menelusuri pintu-pintu dan lorong-lorong sepanjang lantai dua, pemandu biasanya akan menjelaskan sejarah bangunan ini.

Coba lihat keadaan di luar bangunan, Anda dapat menyaksikan lalu lintas di kawasan Tugu Muda saat berada di balkon gedung ini.Secara umum, bangunan Lawang Sewu memiliki suasana yang terbilang cukup pengap dengan pencahayaan yang remang-remang. Dari sekian banyak ruang yang ada, hanya ada satu ruangan yang terbuka. Konon, ruangan tersebut dulunya adalah ruangan kerja milik pejabat tinggi kolonial Belanda.

Lawang Sewu juga memiliki ruang bawah tanah. Tetapi, Anda harus membayar lagi tiket masuk untuk dapat masuk ke ruang bawah tanah ini. Di masa lampau, ruangan yang semula berfungsi sebagai saluran pembuangan air ini pernah dijadikan sebagai penjara.

Saat akan memasuki ruang bawah tanah, Anda dapat membaca larangan untuk melakukan segala aktivitas berbau mistis. Untuk menelusuri ruangan bawah tanah ini, Anda perlu menerobos genangan air yang cukup tinggi.

Di Lawang Sewu Semarang, juga terdapat gedung lain berukuran lebih kecil yang difungsikan sebagai museum kereta api. Saat memasuki gedung ini, Anda dapat membaca tulisan mengenai sejarah bangunan Lawang Sewu.

Gedung ini memiliki beberapa ruangan. Ruangan utama gedung dijadikan sebagai tempat untuk memamerkan sejumlah foto berukuran besar serta peralatan untuk mengatur jalur kereta api di masa Belanda.

Kini, selain bangunan gedung, anda juga bisa menikmati keindahan taman yang bersih dan sejuk di sekitaran area bangunan. Anda akan disuguhi pohon-pohon rindang dan tata letak taman yang rapi.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!