by

Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Purbalingga Terjunkan Pramuka Peduli Memutus Mata Rantai Penyebaran COVID-19

Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Purbalingga menerjunkan anggotanya untuk aktif di Pos Terpadu Pendataan dan Pemeriksaan Kesehatan Penumpang Angkutan Kabupaten Purbalingga.

“Sinergitas anggota Pramuka Kwarcab Purbalingga di Posko ini dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19,” ungkap Ketua Kwarcab Purbalingga, Subeno kepada media cyber lintas24.com dan tabloid elemen, melalui telpon seluler, Selasa (14 April 2020).

Ia mengungkapkan, sinergitas ini didasari dengan Dasa Dharma Pramuka, dengan keikhlasan saling menolong dan peduli sesama. Untuk melaksanakan tugas di Posko, anggota Pramuka ini sudah dibekali sesuai dengan standar prosedur operasional (SOP).

“Mengamankan diri sendiri harus menjadi SOP, seperti penggunaan alat pelindung diri (APD). Terkhusus tetap menjaga jarak aman,” tuturnya

Terpisah, Andalan Bidang Sarana dan Prasarana Kwarcab Purbalingga, Edi Susanto menambahkan, anggota Pramuka yang diterjunkan berjumlah 54 orang pengurus Kwarcab, Kwarran dan para Andalan. Posko dilaksanakan selama 24 jam Posko dibagi menjadi tiga shift. Shift pertama pukul 08.00 hingga pukul 16.00. Shift kedua pukul 16.00 hingga pukul 00.00, dan ketiga adalah pukul 00.00 hingga pukul 08.00 Wib

“Anggota Pramuka bersinergi dengan personel Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, TNI, Kepolisian, Palang Merah Indonesia, Satpol PP. Mereka bertugas dalam 3 shift setiap harinya, masing-masing 1 orang anggota Pramuka di posko perbatasan rest area Kecamatan Karangreja, pertigaan pasar Kutabawa Karangreja, Balai Desa Kalitinggar Kecamatan Padamara, terminal Bukateja, dan terminal Jompo,” tuturnya seperti dalam keterangan tertulis yang diterima cyber media lintas24.com dari Bidang Humas dan Protokol Kwarcab Purbalingga, Selasa (14 April 2020).

.Ia mengungkapkan, adapun pembagian tugas posko yaitu petugas pengamanan dan yang menghentikan kendaraan penumpang terdiri dari unsur TNI, Polri, Dishub, serta Satpol PP. Kemudian petugas penyemprotan dan sterilisasi penumpang menggunakan disinfektan akan dilakukan anggota Pramuka.

“Terakhir petugas pengecekan kesehatan penumpang dari Dinkes,” imbuhnya.

Ia merinci,  prosedur pendataan dan pemeriksaan penumpang yaitu mobil dihentikan petugas. Kemudian diarahkan ke area pendataan dan pemeriksaan kesehatan. Lalu penumpang turun dari mobil masuk tenda kelambu untuk disterilkan menggunakan disinfektan. Setelah itu mobil disterilkan dengan disemprot disinfektan.

“Setelah keluar dari kelambu steril, selanjutnya penumpang didata oleh petugas PMI, setelah itu dilanjut pengecekan suhu badan serta pengecekan kesehatan oleh Dinkes.Jika penumpang dinyatakan sehat, dapat melanjutkan perjalanannya dan dilakukan pemantauan,” tuturnya

Comment

Feed Berita