by

KPU RI Rampungkan Draf Aturan Teknis Pilkada Saat Pandemi

-Politik, Update-dibaca 1.44Rb kali | Dibagikan 49 Kali

Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) telah selesai menyusun aturan teknis penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 yang telah disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19. Aturan tersebut tertuang dalam draf Peraturan KPU (PKPU) Penyelenggaraan Pilkada di Masa Bencana Nonalam. Draf PKPU ini memuat kepastian pelaksanaan tahapan pilkada serta keselamatan penyelenggara dan pemilih.

“Intinya ini untuk memastikan demokrasi tetap berjalan sesuai prinsip kesehatan dan keselamatan. Bencana nonalam ini adalah Covid-19 ini. Substansinya adalah bagaimana KPU dalam setiap tahapan Pilkada nantinya mengadopsi protokol kesehatan,” tutur Komisioner KPU, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi dalam diskusi daring pada Selasa (2 Juni 2020).

Ia menjelaskan, saat ini KPU sedang menggelar focus group discussion (FGD) membahas draf PKPU ini. Dalam FGD dihimpun masukan pihak terkait soal teknis pelaksanaan pilkada di tengah kondisi pandemi.

“Selanjutnya PKPU itu akan kami uji publik. Jika sudah disepakati tentu nanti bisa digunakan,” ungkap Raka Sandi yang menggantikan Wahyu Setiawan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap penetapan anggota DPR 2019-2024.

Raka Sandi menegaskan, adapun sejumlah langkah persiapan dari KPU ini telah sejalan dengan surat dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

“Dalam surat tersebut, belum ada jaminan kapan pandemi Covid-19 akan berakhir. Sehingga KPU harus mengambil langkah agar agenda ( pilkada) tetap bisa berjalan,” tegasnya.

Ia menambahkan, KPU juga sedang menyelesaikan rincian anggaran tambahan untuk Pilkada Serentak 2020. Pihaknya telah menerima masukan baik dari KPU provinsi maupun kabupaten/kota soal anggaran.

“Angka-angka rincinya sedang kami hitung dan pastikan lagi. Sedang kami selesaikan. Dalam waktu dekat akan disampaikan,” tuturnya.

Sebelumnya, KPU memastikan tahapan Pilkada Serentak 2020 akan dimulai kembali pada 15 Juni mendatang. Raka Sandi menuturkan, hal itu telah tertulis dalam draf PKPU perubahan atas PKPU Tahapan, Program dan Jadwal Pilkada 2020.

“PKPU perubahan ini telah diharmonisasi pada Minggu (31/5/2020) lalu. Substanstinya, tahapan Pilkada dilanjutkan pada 15 Juni,” ujarnya pada Selasa.

Kemudian, hari H pemungutan suara akan jatuh pada 9 Desember 2020. Baca juga: KPU Pastikan Tahapan Pilkada 2020 Akan Dilanjutkan pada 15 Juni Raka Sandi juga memastikan masukan dari sejumlah pihak terkait telah diterima dalam harmonisasi. Sehingga, draf PKPU perubahan itu sudah siap disahkan.

“Tinggal proses administrasinya,” tambahnya.

Untuk diketahui, pilkada 2020 akan digelar di 270 wilayah di Indonesia. 270 wilayah ini meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Semula, hari pemungutan suara Pilkada akan digelar pada 23 September. Namun, akibat wabah Covid-19, tahapan Pilkada sempat dihentikan sementara.

 

 

Comment

Berita Lainnya