by

Kota Bekasi Prioritas Penanganan Covid-19 di Jawa Barat

-Daerah, Update-dibaca 18.49Rb kali | Dibagikan 65 Kali

Kota Bekasi menjadi prioritas penanganan Covid-19 di Jawa Barat. Pasalnya, di Kota Bekasi ini lantaran wilayahnya berbatasan langsung dengan Jakarta yang merupakan episentrum penyebaran Covid-19. Apalagi kasus Covid-19 di Bekasi bertambah tiap harinya. Tercatat pada Rabu (15 April 2020) tercatat sudah ada 173 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kota Bekasi adalah prioritas nomor satu karena paling dekat dengan episentrum Jakarta,” tutur Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Bekasi

Ridwan Kamil mengatakan, kedatanganya ke Kota Bekasi memantau penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah diberlakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Volume kendaraan di jalan tol hingga Jalan utama sudah mulai berkurang 50 persen dari biasanya.

“Selain itu, kedatangannya ke Bekasi juga untuk menyampaikan bantuan sosial (Bansos) untuk warga yang terdampak akibat PSBB,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan bantuan sosial ke 27.000 kartu keluarga (KK) yang terdampak penerapan PSBB di Kota Bekasi mulai hari ini. Adapun bantuan tersebut untuk warga yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun non-DTKS. Emil menyampaikan, bantuan yang diberikannya ke Kota Bekasi akan bertahap.

“Jumlahnya bantuannya masih dinamis, kami masih buka, kami akan memaksimalkan permintaan bantuan dari Wali Kota,” kata dia.

Adapun bantuan yang diterima warga Bekasi dari Pemprov Jawa Barat senilai 500.000 per bulannya. Rinciannya, bantuan tunai sebesar Rp 150.000 per keluarga per bulan dan bantuan pangan nontunai berupa beras 10 kilogram, terigu 1 kilogram, vitamin C, makanan kaleng 2 kilogram (4 kaleng), gula pasir 1 kilogram, mi instan 16 bungkus, minyak goreng 2 liter, dan telur 2 kilogram, senilai Rp 350.000 per keluarga per bulan.

Sehingga jumlah bantuan yang saat ini 27.000 KK itu bisa saja bertambah sesuai kebutuhan dan permintaan dari Pemkot Bekasi. Emil berharap dengan adanya bantuan yang diberikan agar tidak ada masyarakat kelaparan akibat penerapan PSBB.

Terakhir jangan sampai ada warga Bekasi yang kelaparan mungkin kepada mereka-mereka yang nggak ada KTP-nya atau di lapangan atau untuk orang-orang yang di jalan kan, hari ini beras kami kirimkan sebagai subsidi kita kirim ke Kecamatan Kecamatan nanti diatur lagi,” tutur dia.

 

 

Comment

Berita Lainnya