Menu
Media Online Terpercaya

Korwilcam Dindikbud Purbalingga Minta Dukungan Ortu Awasi Perilaku Prokes Anak di Luar Sekolah

  • Share
Ujicoba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas
Ujicoba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas

Sebenarnya, rencana ujicoba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di Kabupaten Purbalingga sudah bisa digelar mulai 21 September 2021 kemarin.

Namun, karena ditemukan kasus siswa terpapar positif Corona di SMP Negeri 3 dan 4 Mrebet, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi terpaksa menunda pelaksanaan kegiatan yang sangat ditunggu baik oleh orangtua maupun siswa dan guru itu.

Untuk melaksanaan ujicoba PTM Terbatas di jenjang Sekolah Dasar (SD), selain melakukan berbagai kesiapan yang terdapat dalam daftar periksa, persetujuan orang tua/wali siswa juga menjadi factor utama terselenggaranya kegiatan itu.

Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga, Sasno mengatakan, persyaratan yang wajib dipenuhi sekolah sebelum menggelar PTM terbatas sudah ditetapkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri dan tentunya tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian demi kesehatan dan keselamatan semua pihak

“Di Korwilcam Kertanegara ada 19 SD yang tersebar di 11 Desa. Sesuai pantauan kami ke seluruh SD, kami melihatnya sudah siap 100%. Bahkan, Kepala Desa Langkap sangat mendukung sekali pelaksanaan PTM terbatas di SDN 2 Langkap. Saya bertemu Pak Kades saat monitoring, Pak Kades berkata, sebenarnya semua siswa SDN 2 Langkap bisa masuk 100%. Karena di Desanya nol kasus Corona,” kata Sasno kepada tabloidelemen.com media berjejaring dengan lintas24.com, Jumat (1 Oktober 2021)

Ia menambahkan, penyiapan sarana dan prasarana sudah sesuai ketentuan sudah ada. Termasuk pemberian vaksin untuk para guru dan tenaga kependidikan

“Artinya begini, kami sudah melakukan persiapan yang paling utama. Para guru dan tenaga kependidikan sudah di vaksin semua. Selanjutnya, kami terus mensosialisasikan PTM Terbatas ini kepada seluruh orang tua (ortu) murid. Karena apa?, sukses PTM terbatas ini, harus ada kerjasama yang baik semua pihak,” katanya

Edukasi kepada orang tua

Korwilcam Dindikbud Kecamatan Mrebet, Purbalingga, Amron Dikri mengatakan, PTM terbatas untuk jenjang SD di Kecamatan Bojongsari sudah siap diselenggarakan. Melalui Pengawas dan Pemilik sekolah, pihaknya terus marathon melakukan visitasi dan juga memberikan edukasi kepada para orang tua murid secara berjenjang.

“Kami terus memberikan edukasi kepada para orangtua murid secara berjenjang melalui Kepala Sekolah yang dilanjutkan kepada Komite Sekolah. Kami berharap, seluruh orangtua teredukasi tentang protokol kesehatan dan bisa memantau perilaku anak diluar sekolah,” katanya

Ia menambahkan, untuk pemberian vaksinasi, terdata 452 orang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) yang berada di 40 SD dan tersebar di 19 Desa.

“Kami telah mencatat, dari 452 orang PTK, 407 orang sudah menerima vaksin. Sisanya sebanyak 45 orang belum divaksin. Karena saat tahapan vaksin, mereka mempunyai tensi tinggi dan ada yang punya komorbid,” katanya

Untuk kesiapan sekolah lanjut Amron Dikri, sarana prasarana yang mendukung pelaksanaan prokes secara ketat disiapkan sebaik-baiknya.  Pihaknya, akan memberdayakan seluruh stakeholder. Fokus saat ini adalah menyiapkan lingkungan dan sarana-prasarana agar aman dari kemungkinan penularan Covid-19.

“Tugas guru bakal makin banyak. Saat PTM digelar nanti, guru-guru juga akan memantau siswa. Ini agar siswa betul-betul disiplin,” tuturnya.

Amron Dikri berharap, ujicoba PTM terbatas ini bisa segera berlangsung. Pasalnya, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama ini dirasa kurang effektif dan membuat para murid jenuh.

“Jujur, hati nurani kami sebagai pendidik menginginkan belajar bersama di sekolah. PJJ ini sangat tidak ideal dan membuat siswa jenuh,” ungkapnya

Harus ada komunikasi

Kesiapan PTM terbatas juga dikatakan Korwilcam Dindikbud Kecamatan Purbalingga, Purbalingga, Sriyono.

Dikatakan, Pihaknya sudah menyiapkan prokes yang paling ideal. Berbagai celah yang diduga bisa menimbulkan penularan Covid-19 di area sekolah sudah dicegah.

Namun demikian, perlu kerjasama dengan seluruh orangtua agar tetap mengedukasi perilaku anak di luar sekolah, saat mereka berkegiatan di rumah. Para orang tua diharapkan menyiapkan infrastruktur keberangkatan dan kepulangan siswa dari sekolah nantinya.

Saat ini, pihaknya terus melakukan pemantapan dan monitoring kesiapan. Bersama Satgas Gugus Tugas Kecamatan. Pihaknya juga menekankan kepada Kepala Sekolah untuk terus mensosialisasikan PTM terbatas ini kepada orangtua murid

“Harus ada komunikasi yang sangat efektif dari pihak sekolah dengan orang tua, kalau perlu secara individual karena sekarang kita bisa berkomunikasi melalui WhatsApp. Sehingga orang tua bisa mendapatkan penjelasan yang lengkap dari sekolah, dengan begitu orang tua betul-betul yakin dan tidak lagi khawatir untuk mengantar anak-anaknya belajar kembali ke sekolah,” katanya

Ia menambahkan, di Korwilcam Purbalingga, ada 30 SD yang tersebar di 13 Desa/Kelurahan. Pihaknya akan terus memberikan pengawasan untuk sekolah-sekolah gemuk, dengan tidak mengenyampingkan sekolah lainnya.

“Kami meningkatkan pengawasan dan minta dukungan penuh para orangtua yang anaknya bersekolah di sekolah gemuk. Ada di SD Negeri 1, 2, 3 Purbalingga Lor, SD Negeri 1 Purbalingga Wetan dan Purbalingga Kidul, serta SD IT Sambas. Karena,  prinsip PTM terbatas tetap mengacu pada keselamatan dan kesehatan peserta didik dan tenaga kependidikan,” tuturnya.

 

 

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *