by

Korban Keracunan Mulai Pulih

-Daerah-dibaca 111.94Rb kali | Dibagikan 67 Kali

1236
PURBALINGGA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Purbalingga mengklaim, pemulihan korban keracunan makanan di Desa Binangun, Kecamatan Mrebet pada Sabtu (21/5) malam lalu membutuhkan waktu lebih lama. Mengingat sebagian besar ditemukan indikasi
infeksi saluran pencernaan.

“Baru sebagian kecil yang pulih dan boleh pulang, namun masih banyak yang masih harus dirawat karena ada indikasi infeksi saluran pencernaan. Ini dilihat dari demam yang dialami oleh korban. Paling tidak membutuhkan waktu sampai lima hari untuk
pemulihannya,” kata Kepala Dinkes Purbalingga dr Nonot Mulyono, Selasa (24/5).

Kemarin, salah satu korban anak-anak yang dirawat di RSUD dr Goetheng Tarunadibrata mengalami kejang. Namun menurut Nonot, yang juga menjabat sebagai Plt kepala rumah sakit tersebut, kejang itu diakibatkan karena yang pengaruh dari demam yang dialami, bukan akibat dari keracunan tersebut.

“Jadi bukan kritis, hanya kejang karena demam bukan karena racunnya. Anak kecil itu punya riwayat kejang bila demam,” katanya.

Sebagian kecil korban keracunan yang dirawat di RSUD dr Goetheng Tarunadibrata yang sudah pulih sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. Namun ada yang masih bertahan karena menunggu keluarganya yang juga dirawat karena kasus
serupa. “Yang dirawat di tempat lain juga ada yang sudah diperbolehkan pulang. Tapi jumlah pastinya saya belum mendapat laporan,” katanya.

Kepala Puskesmas Serayu Larangan Mrebet dr Prawesti Wulandari mengatakan, dari 21 pasien yang dirawat di puskesmas itu, kemarin sudah pulang 14 orang. Progres korban lain yang masih dirawat dinilai cukup baik, namun masih ada yang mengalami
gangguan seperti mual dan pusing.

“Dari hasil pemeriksaan darah di laboratorium puskesmas tersebut menyebutkan, terindikasi penyebaran keracunan makanan itu melalui bakteri Salmonela yang menyebabkan gangguan di organ pencernaan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Polres Purbalingga Ajun Komisaris Besar Agus Setiawan Heru Purnomo saat menghadiri penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Sumilir, Kecamatan Kemangkon, lusa, mengatakan, pihaknya belum bisa menangani kejadian itu secara pidana karena masih dalam tahap penyelidikan.

“Ini juga kegiatan masyarakat pengajian dan belum kami temukan unsur kesengajaan. Nantinya misal yang memiliki hajat tersebut memiliki itikad baik untuk meminta maaf dan memberikan penjelasan kepada warga secara baik-baik. Kami masih
menunggu perkembangannya,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan warga Desa Binangun, Kecamatan Mrebet diduga keracunan usai menyantap makanan pada sebuah pengajian di rumah Wahyo Surip warga RT 5 RW 1 desa setempat pada Sabtu (21/5) malam. Mereka mengalami pusing, mual-mual dan diare.

Total warga yang harus dirawat 107 orang baik yang dirawat inap maupun rawat jalan. Mereka dirawat di RSUD dr Goetheng Tarunadibrata Purbalingga, RS Nirmala Purbalingga, PKU Muhammadiyah Bobotsari dan Puskesmas Serayu Larangan Mrebet.  Banyaknya korban serta baru kali pertama kasus tersebut terjadi, Pemkab Purbalingga menetapkan kasus ini menjadi kejadian luar biasa (KLB).

Comment

Berita Lainnya