by

Kontrol Surat Izin Keluar MasukJakarta Dilakukan Sampai Status Bencana Covid-19 Selesai

-hukum, Update-dibaca 3.27Rb kali | Dibagikan 55 Kali

Kabar yang menyebutkan pasca 7 Juni 2020 Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta tidak lagi dibutuhkan dibantah Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo.

“Pemeriksaan SIKM akan terus berlanjut sampai dengan penetapan Covid-19 sebagai bencana nasional non-alam dinyatakan selesai,” ungkapnya dalam keterangan tertulis

Ia mengatakan, setelah 7 Juni 2020, pemeriksaan SIKM akan tetap dilakukan dengan lokasi pemeriksaan yang ditarik mundur, yaitu di perbatasan wilayah administrasi Jakarta dengan kawasan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek). Dengan begitu, warga dengan kriteria tertentu wajib mengantongi SIKM saat melintasi perbatasan.

“Setelah 7 Juni, pengecekan kami tarik mundur, yaitu dilakukan di perbatasan wilayah administrasi Jakarta dengan Bodetabek. Sehingga SIKM masih wajib dimiliki. Ketentuan kepemilikan SIKM merujuk pada pasal 7 Pergub Nomor 47 Tahun 2020,” kata Syafrin

SIKM sendiri diperuntukkan hanya bagi 11 sektor yang dikecualikan selama masa PSBB diberlakukan. Selain itu, warga dilarang keluar/masuk Jakarta. Pemberlakuan tersebut bertujuan untuk pencegahan penularan Covid-19 dan memberikan kepastian hukum dalam pengendalian penduduk Jakarta saat keluar kawasan Jabodetabek maupun sebaliknya.

Pembuatan SIKM dapat diakses secara daring melalui situs web corona.jakarta. go.id/izin-keluar-masuk-Jakarta yang terintegrasi dengan sistem perizinan JakEvo milik Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta (DPM PTSP). Lalu, DPM PTSP yang akan menerbitkan SIKM secara elektronik dalam bentuk QR-code, bila permohonan dan persyaratan yang diajukan sudah lengkap.

 

 

Comment

Berita Lainnya