Konsultan Pendamping PLUT KUMKM Harus Mampu Menaikan Kelas UMKM

By: On: Dibaca: 225,627x
Konsultan Pendamping PLUT KUMKM Harus Mampu Menaikan Kelas UMKM
Pengelola PLUT KUKM, Adi Purwanto mengunjungi stand UMKM di salah satu festival Kopi (istimewa)

Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) bagi Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM) merupakan salah satu terobosan yang dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM untuk para pelaku koperasi dan UMKM di Indonesia.

Hal ini guna membantu perkembangan para pelaku KUMKM. Targetnya adalah meningkatkan kinerja produksi, pemasaran, akses ke pembiayaan, pengembangan SDM melalui peningkatan kapasitas kewirausahaan, teknis dan manajerial, serta kinerja kelembagaan dalam rangka meningkatkan daya saing KUMKM.

“Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mempersiapkan konsultan pendamping PLUT yang memiliki kualitas dan kapasitas yang baik dan memanfaatkan teknologi informasi sebagai penunjang,”ungkap Kepala  Dinas Koperasi dan UKM, Budi Susetyono kepada cyber media lintas24.com dan tabloid elemen, Senin (22 Oktober 2018).

Budi Susetyono menyampaikan, beberapa poin penting bagi pendamping PLUT-KUMKM. Pertama, pendamping diminta harus memberikan advokasi, konsultasi, dan sosialisasi kepada pelaku KUMKM akan perubahan zaman yang terjadi. Kedua, pendamping PLUT-KUMKM harus memiliki pengetahuan dan pendidikan, serta keahlian yang memadai. Ketiga, pendamping PLUT-KUMKM harus pula memiliki network yang baik dengan pihak perbankan dan asosiasi KUMKM. Keempat, harus ada rasa memiliki (sense of belonging) dari pendamping PLUT-KUMKM.

“Ini yang paling penting, pendamping juga harus memiliki sikap dan perilaku yang baik dan berintegritas. Bagaimana pun orangnya pandai, tapi kalau attitude-nya enggak baik, nanti enggak dipercaya orang,”ungkapnya.

Pengelola PLUT KUKM, Adi Purwanto menegaskan, pendampingan melalui PLUT-KUMKM bertujuan memberikan layanan jasa non finansial sebagai solusi atas permasalahan KUMKM dalam rangka meningkatkan produktivitas, nilai tambah, kualitas kerja dan daya saing KUMKM.

“Para pelaku UMKM perlu pendampingan di bidang kelembagaan, sumberdaya manusia, produksi, pembiayaan, dan pemasaran,”ungkapnya.

Adi Purwanto merinci, untuk target para konsultan pendamping diantara meningkatnya kualitas kerja Koperasi dan UMKM, kompetensi SDM Koperasi dan UMKM, produktivitas potensi unggulan daerah yang dikembangkan oleh Koperasi dan UKM, meningkatnya akses pembiayaan Koperasi dan UMKM melalui lembaga Keuangan Bank dan Non Bank serta  jaringan usaha dan kemitraan Koperasi dan UKM.

“Layanan Pendampingan dilakukan oleh para konsultan pendamping yang direkrut melalui kerjasama dengan pihak independen,”ungkapnya

Nantinya imbuh Adi Purwanto, para konsultan pendamping ini akan bergerak dalam ruang lingkup pengelolaan PLUT-KUMKM yang memiliki 7 layanan minimum, meliputi konsultasi bisnis, pendampingan atau mentor bisnis, promosi atau pemasaran, IT dan E-Commerce, akses ke sumber pembiayaan, pelatihan bisnis, networking dan kemitraan usaha serta bahan Proposal KUMKM

“Sekali lagi, pendamping PLUT KUMKM harus naikan kelas UMKM. Karena, pendampingan melalui PLUT-KUMKM bertujuan memberikan layanan jasa non finansial sebagai solusi atas permasalahan KUMKM dalam rangka meningkatkan produktivitas, nilai tambah, kualitas kerja dan daya saing, pengelolaan bidang kelembagaan, sumberdaya manusia, produksi, pembiayaan, dan pemasaran di wilayah Provinsi/ Kabupaten/ Kota,”tutur Adi Purwanto. (muhamamad nur_adv)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!