Konsep Sekolah Gratis SMK Negeri Jateng Di Semarang, Pati dan Purbalingga Diminati Provinsi Lampung

By: On: Dibaca: dibaca 55.89Rbx
Konsep Sekolah Gratis SMK Negeri Jateng Di Semarang, Pati dan Purbalingga Diminati Provinsi Lampung

Konsep Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Jawa Tengah yang berada di Semarang, Pati dan Purbalingga diminati Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung. Konsep sekolah yang diresmikan pada 2 Juni 2014 dengan total biaya Rp 25 miliar untuk tiga sebesar bakal diterapkan di lampung

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) datang langsung ke Jawa Tengah untuk mengunjungi SMKN Jateng di Jalan Brotojoyo, Jumat (19 Juli 2019) siang. Dia datang bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Sulpakar, beserta rombongan.

Nunik dan rombongan diterima Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Jumeri, Asisten I Bidang Ekonomi dan Pembangunan Heru Istiadi, Kepala Bappeda Prasetyo Aribowo, Kepala SMK Negeri Jateng Yudi Wibowo.

“Kami ingin membuat pilot project yang memungkinkan bisa diaplikasikan di Lampung. Tetapi tidak dari nol. Kita sudah ada SMK, tetapi dimanajemen ulang dengan pola lebih baik. Tidak lagi ada pengadaan tanah. SMK Negeri Jateng ini terkoneksi dengan pasar kerja, jurusannya juga menjawab kebutuhan pasar kerja. Lampung siap jadi adiknya Jateng,” katanya.

Ganjar pun menjelaskan, untuk pembiayaan, dibiayai dari APBD Jateng, BOS dan BOP. Meliputi kebutuhan biaya makan minum siswa 3 kali sehari selama 1 tahun (efektif kalender pendidikan), seragam siswa (baju, batik, jas almamater, baju praktek, kaos olah raha, tas), sepatu (pantofel dan sepatu olah raga), bahan praktek, slat praktek, pemeliharaan gedung, PPDB, operasional, kegiatan kesiswaan dan estrakulikuler/lomba, pemeliharaan dan pemenuhan perabot asrama, honor guru/ekstrakulikuler dan jejaring DU/DI. Satu siswa, diperkirakan menghabiskan anggaran Rp30 juta tiap tahunnya.

“Kami memang berkomitmen untuk membuat lompatan besar. Bicara politik pendidikan, orang mampu memang tidak usah ditolong. Sehingga, konsep Pendidikan gratis perlu dijalankan. Jerman sudah gratis, tetapi Australia justru jadi bisnis mahal. Tetapi, kami memiliki tujuan, investasi yang bisa mendorong kesejahteraan itu ya sekolah. Bagi kami, sah, jika uang negara untuk mencetak generasi yang berkualitas,” paparnya.

Ditambahkan, Jateng pun juga perlu belajar dengan Lampung yang akan mengoptimalkan SMK yang sudah ada. Dengan kebijakan SMK gratis, nasib mereka dan keluarganya akan lebih baik. Karena, pihaknya sudah kontrak dengan 70 perusahaan.

“Sampai kepemimpinan saya nanti berakhir, aka nada penambahan 15 SMK, mudah-mudahan bisa terwujud. Kita butuh anggaran Rp 2,2 triliun. Kalau semua sekolah standar dengan standar yang diperbaiki, kebutuhannya Rp 4 triliun,” jelasnya.

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!