by

Koalisi Perubahan, Nama Baru Lima Partai Pendukung Oji-Jeni

-Politik-dibaca 3.86Rb kali | Dibagikan 14 Kali

Bakal Calon (Balon) Bupati Purbalingga Muhammad Sulhan Fauzi (Oji) mengubah nama koalisinya. Koalisi lima partai pendukungnya yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrat, Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), dinamai koalisi Perubahan.

“Dulu kan namanya koalisi pelangi, di dalamnya ada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN). PKS dan PAN sekarang pindah ke incumbent, sementara PPP yang dulu di incumbent sekarang pindah ke kami. Karena politik itu dinamis” kata Oji, Selasa (1 September 2020).

Penamaan Koalisi Perubahan Purbalingga Maju, kata Oji, bukan tanpa makna. Dijelaskan, hasil pertemuan dari berbagai elemen masyarakat, didapatkan aspirasi bahwa masyarakat haus akan perubahan. Sehingga, bersama partai pengusung sepakat menamai Koalisi Perubahan Purbalingga Maju.

“Kalau sisi realita karena terjadi sesuatu di lapangan. Kalau sisi Joke (candaan) koalisi pelangi indah tapi pelangi muncul diwaktu-waktu tertentu indah tapi tidak abadi,” jelasnya.

Dia menambahkan, alasan memilih kata perubahan karena mengandung nilai semangat yang terbarukan dan dituntut untuk lebih baik lagi. Selain itu perubahan abadi. Perubahan juga memiliki makna

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri,” katanya.

Menurutnya, dari kelima partai tersebut yang terakhir mengeluarkan rekomendasi adalah Partai Gerindra, pada Jumat (28 Agustus 2020) lalu. Agar tetap solid, pihaknya terus melakukan konsolidasi terhadap lima partai tersebut.

“Kami juga mengatur strategi merangkul relawan yang sudah ada. Kami juga membuat time schedule (jadwal) sampai 9 Desember 2020. Agar pada saat waktunya semua sudah siap,” kata dia.

Terkait pendaftaran, ia mengatakan telah memenuhi persyaratan yang diminta KPU. Dirinya mengakui bahwa KTP yang dimiliki saat ini berdomisili di Jakarta dan mengurus SKCK yang dikeluarkan dari Mabes Polri.

“SKCK dari Mabes Polri sudah selesai, Surat keterangan terkait kepailitan dari Pengadilan Negeri, dan Niaga juga sudah selesai. Saat ini masih proses pengisian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN),” kata Oji.

Comment

Berita Lainnya