Knalpot Tidak Standar. Kicauan Twitter Polda Jateng Picu Reaksi Apik Bangga

By: On: Dibaca: 23,196x
Knalpot Tidak Standar. Kicauan Twitter Polda Jateng Picu Reaksi Apik Bangga

Postingan terkait definisi knalpot tidak standar di media social twitter Polda Jawa Tengah yang diunggah 9 April 2019 mendapat reaksi dari Asosiasi Perajin Knalpot Purbalingga (Apik Bangga).

Salah satu pengurus Apik Bangga, Edi Purwanto menyebutkan, dalam salah satu postingan itu disebutkan kata knalpot tidak standar menurut Apik Bangga, merugikan perajin knalpot di Purbalingga. Karena berdampak pada produksi knalpot di Purbalingga. Sebab, arti tidak standar memiliki makna yang sangat luas.

“Kami juga sudah mengirimkan surat ke Mahkamah Konstitusi terkait standarisasi knalpot di Indonesia. Sebab, belum ada undang-undang tentang standar knalpot di pasaran,”ungkap Edi Purwanto saat beraudensi dengan Satuan Lalu Lintas Polres Purbalingga belum lama ini.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Purbalingga, AKP Sukarwan mengakui, dalam video imbauan tertib berlalu lintas yang ditayangkan memang menyebutkan kata knalpot tidak standar.

“Yang dimaksud knalpot tidak standar adalah knalpot yang membuat bising dengan suara yang dapat mengganggu masyarakat,” jelasnya.

Namun tidak menyebutkan knalpot buatan lokal Kabupaten Purbalingga. Permasalahan tersebut muncul karena beda persepsi dari perajin knalpot.

“Maksud kepolisian kata knalpot tidak standar dimaknai sebagai knalpot yang bising dan mengganggu masyarakat. Sedangkan dari Apik Bangga menganggap kata tersebut ditujukan untuk knalpot produk lokal Purbalingga,” ungkapnya.

Dia menambahkan, knalpot produk lokal Purbalingga apabila memenuhi kriteria terkait ambang kebisingan yang sudah ditetapkan.

Menurutnya, bukan termasuk dalam kategori knalpot tidak standar yang dimaksud dalam video tersebut. Dalam upaya mendukung kegiatan masyarakat khususnya para perajin knalpot, Satlantas Polres Purbalingga akan melakukan pertemuan ulang dan diskusi yang dihadiri seluruh perajin knalpot Purbalingga

“Segera akan Kami gelar diskusi. Kami hadirkan Dinas Perhubungan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan, sekaligus cek lapangan menggunakan alat desibel meter,”ungkap AKP Sukarwan

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!