Knalpot Produk Purbalingga Lolos Uji Emisi

By: On: Dibaca: 28,140x
Knalpot Produk Purbalingga Lolos Uji Emisi

Produk knalpot Purbalingga RCM Java Racing, Redline, dan Abenk Mufler menjalani uji Uji Emisi Gas Buang.  Pengujian dilakukan di Kantor Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor Dinhub Purbalingga dengan alat ekshaust gas analiser yang menampilkan data polutan dalam tabel statistic,Kamis (9 Mei 2019).

Sekretaris Asosiasi Pengrajin Industri Knalpot Purbalingga (APiK Bangga) Raekhas Wesma mengungkapkan, produk Industri Kecil Menengah (IKM) knalpot Purbalingga mengikuti Uji Emisi difasilitasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Purbalingga dan Dinas Perhubungan (Dinhub) Purbalingga.

“Uji ini merupakan langkah awal untuk membuktikan kepada pelanggan bahwa kami bisa diandalkan. Knalpot handmade tidak kalah dengan pabrikan dan pelanggan bisa lega dari razia uji emisi .Memang belum ada SNI knalpot, namun paling tidak bisa memenuhi aturan dalam UU Lalulintas dan Angkutan Jalan Raya serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup tentang Emisi Gas Buang dan Kebisingan,”ungkapnya.

Dia yang juga pemilik RCM Java Racing, mengatakan produknya knalpot custome yang kompatibel dengan semua sepeda motor 4tak 150 cc lolos uji emisi. Dari hasil analisis, nilai polutan di bawah ambang batas gas buang (Standar Gas Limit). Standar Gas Limit maksimal ialah, CO2 20%, CO 5,5%, dan HC 2400 ppm. Sedangkan polutan dari prouk Java Racing sebesar, CO2 11,36%, CO 0,53%, dan HC 223 ppm. Nilai tersebut tidak jauh berbeda dengan knalpot standar bawaan Honda CRF150 yang digunakan untuk uji emisi

Kasi Industri Agro Dinperindag Purbalingga, Budi Baskoro menuturkan hasil uji emisi produk ketiga IKM knalpot tersebut memenuhi standar emisi gas buang. Terutama kadar CO (karbon monoksida) dan HC (hidro carbon/kepekatan asap), CO & HC dibawah ambang batas yang diperbolehkan.

“Selain uji emisi gas buang, Dinperindag juga mendorong  pengrajin knalpot mempunyai merk sendiri, denga  fasilitasi hak merek gratis bekerja sama dengan Klinik HKI Kementerian Perindustrian.

Nantinya, produk knalpot Purbalingga juga akan mendapat pengukuran standar batas tingkat kebisingan. Uji kebisingan tersebut rencananya akan diujikan ke laboratorium di Bandung,”ungkapnya

 

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!