by

Klaster Perkantoran, Dua Orang di Kejaksaan Negeri Purbalingga Terpapar Covid-19

-Daerah, Update-dibaca 3.56Rb kali | Dibagikan 22 Kali

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purbalingga menyatakan, terdapat penambahan enam pasien positif Covid-19 di Kabupaten Purbalingga. Penambahan tersebut berasal dari klaster perkantoran di Kejaksaan Negeri Purbalingga, klaster pabrik, kontak erat pasien positif tenaga kesehatan di Karangreja.

“Data terakhir yang saya terima ada penambahan empat orang positif. Namun, malam harinya (Sabtu malam, red), saya mendapatkan tambahan data dua pasien positif lagi, di Kejaksaan Negeri Purbalingga. Sehingga, ada penambahan enam pasien positif Covid-19,” ungkap Kepala Dinkes Kabupaten Purbalingga, drg Hanung Wikantono kepada media siber lintas24.com, Minggu (4 Oktober 2020).

Sebelumnya lanjut Hanung Wikantono, ada satu pasien positif Covid-19 di Kantor Kejaksaan Negeri Purbalingga. Pasien tersebut sudah dirawat di RSUD dr Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Dua pasien dari Kejaksaan Negeri Purbalingga, sudah dilakukan penjemputan di kediamannya, untuk dirawat di RSUD dr Goeteng Taroenadibrata, Sabtu malam.

Dengan penambahan enam pasien positif tersebut. Saat ini, di Kabupaten Purbalingga terkonfirmasi ada 137 kasus positif. Sebanyak 46 pasien masoh dinyatakan positif dan dirawat di rumah sakit, 181 pasien dinyatakan sembuh dan dua orang meninggal dunia.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga terus menggenjot pelaksanaan swab test, dengan PCR atau polymerase chain reaction. Sebab, Kabupaten Purbalingga menjadi salah satu daerah dengan prosentase swab test terendah di Provinsi Jawa Tengah. Hal itu, diungkapkan oleh

“Kami tengah mengejar standar WHO dalam melaksanakan swab test. Yaitu 1 tes per 1.000 penduduk. Purbalingga masih sangat rendah, masih di bawah target tersebut,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, di Kabupaten Purbalingga sendiri baru mencapai 18 persen dari target.

“Hal itu, menjadi perhatian banyak pihak. Kami sudah ditegur oleh gubernur dan pihak terkait. Kami diminta memperbanyak swab test, agar sesuai standar,” jelasnya.

Diakui olehnya, rendahnya prosentase swab test tersebut menjadikan jumlah pasien positif Covid-19 pada awal pandemi menjadi rendah.

“Namun, setelah kami memperbanyak swab test, jumlah pasien langsung melonjak,” katanya.

Comment

Berita Lainnya