by

Kingsan Kentongan Thek-thek Pertahankan Tradisi “ Nggugah” Sahur

-Budaya-dibaca 178.11Rb kali | Dibagikan 126 Kali

DSC_0518
Para pemuda RT 01 RW 03 di Kelurahan Purbalingga Wetan Kecamatan Purbalingga yang tergabung dalam Thek-thek kenthongan Kingsan masih mempertahankan tradisi “nggugah” (membangunkan tidur-red) sahur. Tradisi ini bertujuan untuk mengingatkan serta membangunkan kaum muslim untuk melaksanakan makan sahur.

Anggota Kingsan, Tetra mengungkapkan, tradisi membangunkan sahur ini menggunakan alat musik thek-thek kenthongan yang dimainkan oleh 10 orang. Rutenya mencakup 5 RW dalam satu Kelurahan termasuk komplek Perumahan Griya Abdi Kencana Purbalingga.

“Kami gunakan alat musik angklung, bedug, tripok (rangkaian Ketipung), kenthong bambu untuk mengiringi lagu seperti tombo ati,perahu layar dan gambang suling,”ungkap Tetra kepada lintas24.com dan elemen, disela-sela persiapan kegiatan, Minggu (26 Juni 2016).

Tetra menambahkan, kegiatan ini sudah kami laksanakan sejak tahun 2001, selain menyalurkan hoby ketrampilan bermain musik, kegiatan ini sekaligus mengajarkan kepada para pemuda untuk berlomba-lomba mencari pahala dalam bulan suci Ramadhan.

“Kami yakin dengan tradisi “nggugah” sahur ini akan mendapatkan nilai kebaikan serta pahala dariNya,”ungkap Tetra.

Salah satu warga, Mulyono mengaku sangat terbantu dengan tradisi “nggugah” sahur yang dilakukan oleh para pemuda Kingsan.Tujuan mereka sangat mulia yaitu membangunkan orang untuk ibadah sahur dan dengan media alat musik tradisional.

“Harapan saya semoga tradisi membangunkan sahur ini harus dipertahankan setiap bulan Ramadhan,”katanya. (yoga tri cahyono)

Comment

Berita Lainnya