by

Kie Art Sidareja. Satu Harapan untuk Memajukan Seni di Purbalingga

-Budaya, Update-dibaca 6.76Rb kali | Dibagikan 48 Kali

Seni menjadi  satu media alternatif untuk menyalurkan opini dan simbolisasi atas entitas suatu bangsa. Melalui seni, secara umum masyarakat di lingkungan sosial mampu mengembangkan ide dan gagasannya secara bebas. Hal itu yang akhirnya menggagas berdirinya griya seni Kie Art di desa Sidareja, Kaligondang, Purbalingga.

Salah satu penggagas Kie Art Cartoon School, Gita Tomdean, menuturkan, seni adalah identitas bangsa Indonesia sehingga harus dilestarikan dan pendirian Kie Art merupakan salah satu upaya tersebut.

“Menstimulus kecerdasan dapat dilakukan dengan cara seni khususnya kartun atau lukis. Menurut penelitian, dengan melukis anak akan lebih cerdas dan jujur. Dan juga seni merupakan identitas bangsa sehingga perlu dilestarikan,” ungkapnya kepada siber lintas24.com, Rabu (09 September 2020).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga, Setiyadi, yang hadir dalam acara peresmian griya seni tersebut mengungkapkan bahwa, dengan didirikannya Kie Art tersebut akan mendorong kemajuan seni di Sidareja maupun Purbalingga.

“Desa Sidareja sedang melakukan terobosan untuk mencapai kemajuan. Melalui seni yang diwadahi di Kie Art Cartoon School, Sidareja diharapkan menjadi Desa yang dikenal dengan seninya khususnya untuk kartun,”tuturnya.

Ia juga menambahkan, Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Purbalingga khususnya Bupati Dyah Hayuning Pratiwi mendukung penuh seluruh kegiatan positif, termasuk dalam hal seni sehingga pengembangan terhadap kesenian di Sidareja diharapkan dapat memajukan desa.

“Mas Slamet Santoso selaku pendiri Kie Art secara intens berkomunikasi dengan kami dan Ibu Bupati, mendukung perkembangan seni khususnya kartun agar bisa memajukan dan membuat Sidareja ini dikenal,” katanya.

Setiyadi juga menuturkan, bahwa hal ini bertujuan agar  Sidareja mampu mengenalkan potensinya yang berbeda dari desa-desa lainnya. Namun, iapun memberikan pandangan bahwa konsep yang dipilih Slamet justru dapat menyasar segmentasi yang belum terekspos, seperti desa wisata yang menawarkan keindahan alam.

“Serang memiliki deviden hingga Rp 4 Miliar pertahun, Tanalum, panusupan adalah contoh Desa yang menawarkan keindahan alam sehingga sasaran segmentasi dari Sidareja bisa mengangkat nama Sidareja,”ujarnya.

Ia juga berharap kedepannya, desa-desa lainnya di Purbalingga dapat memajukan potensinya dan juga mengembangkan sumber daya yang ada, serta diperoleh dengan maksimal.

Editor : Rizky Riawan Nursatria

Comment

Berita Lainnya