KH Ubaidullah Shodaqah : Waspadai Dai Dadakan dan Dakwah di MedSos

By: On: Dibaca: dibaca 63.34Rbx
KH Ubaidullah Shodaqah : Waspadai Dai Dadakan dan Dakwah di MedSos

Ulama Nahdlatul Ulama (NU) menyerukan agar waspada terhadap Dai dadakan yang belum diketahui kapasitasnya dan memperingatkan agar umat mewaspadai dakwah-dakwah yang dilakukan di media sosial (medsos).

Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng KH Ubaidullah Shodaqah, di sela-sela rangkaian  Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) NU Jateng, di SMK Maarif NU Desa Bobotsari, Sabtu (21/4) malam mmengungkapkan,  dakwah di medsos bukan dilarang, namun paling tidak harus memenuhi tiga persyaratan. Pertama orang tersebut harus menguasai apa yang didakwahkan. Yang kedua orang tersebut harus memiliki akhlak yang baik. Ketiga, yang tidak kalah penting pendakwah harus paham kondisi masyarakat yang jadi sasaran dakwah.

“Oleh karena itu, NU memandang perlu adanya perturan tegas untuk para dai melakukan dakwah di medsos. Karena akibatnya seperti yang terjadi saat ini, yang menjadikan orang saling bermusuhan karena berbeda pandangan soal ajaran agama,”ungkap KH Ubaidullah Shodaqah.

KH Ubaidullah Shodaqah menjabarkan, pengguna medsos sangat beragam, baik latar belakang budaya, agama, serta pemahaman tentang agama. Situasi tersebut yang menjadi kerawanan dan harus diwaspadai. Ia mengatakan, dakwah di medsos yang dilakukan orang yang tidak memiliki kapasitas bisa menyebabkan fitnah. Menurutnya, dai tidak boleh hanya melakukan copy paste soal dalil-dalil keagamaan tanpa tahu dari mana asalnya. Fitnah yang sekarang banyak muncul di medsos disebabkan oleh dai-dai  yang tidak menguasai masalah dan tidak mengetahui situasi.

“Ujung-ujungnya seperti yang terjadi saat ini, yang menjadikan orang saling bermusuhan karena berbeda pandangan soal ajaran agama. Yang saya heran, ada seorang selebritis yang baru bertobat dan melakukan salat bisa langsung menjadi dai di televisi. Ini ditonton oleh ribuan orang,” ujarnya.

KH Ubaidullah Shodaqah menjelaskan, NU tidak menetang perkembangan teknologi. Adanya medsos memang bisa menjadi jalan baik untuk menggencarkan penyebaran hal baik. Ulama dan dai bisa memanfaatkan kemajuan teknologi untuk melakukan syiar Islam.

“Namun yang terjadi saat ini siapa saja bisa melakukan dakwah di medsos. Ini yang menimbulkan kerawanan. Intinya, pengaturan yang dimaksud di antarnya siapa yang berhak melakukan dakwah di medsos,” tuturnya.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!