KH Maimun Zubair, Figur Faqih dan Muharrik

By: On: Dibaca: 54,475x
KH Maimun Zubair, Figur Faqih dan Muharrik

Kyai Haji Maimun Zubair merupakan seorang alim, faqih sekaligus muharrik (penggerak). Selama ini, Kyai Maimun merupakan rujukan ulama Indonesia, dalam bidang fiqh. Hal ini, karena Kyai Maimun menguasai secara mendalam ilmu fiqh dan ushul fiqh. Kyai Maimun merupakan kawan dekat dari Kyai Sahal Mahfudh, yang sama-sama santri kelana di pesantren-pesantren Jawa, sekaligus mendalami ilmu di tanah Hijaz.

Baca Juga : Mbah Moen Kyai NU Wafat di Mekah

Kyai Maimun lahir di Sarang, Rembang, pada 28 Oktober 1928. Kyai sepuh ini, mengasuh pesantren al-Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Kyai Maimun merupakan putra dari Kyai Zubair, Sarang, seorang alim dan faqih. Kyai Zubair merupakan murid dari Syaikh Saíd al-Yamani serta Syaikh Hasan al-Yamani al-Makky.

Baca Juga : Foto Jenazah Almarhum Mbah Moen Mohon Tidak Sebarkan – Ini Permohonan Keluarga

Kedalaman ilmu dari orang tuanya, menjadi basis pendidikan agama Kyai Maimun Zubair sangat kuat. Kemudian, ia meneruskan mengajinya di Pesantren Lirboyo, Kediri, di bawah bimbingan Kyai Abdul Karim. Selain itu, selama di Lirboyo, ia juga mengaji kepada Kyai Mahrus Ali dan Kyai Marzuki.

Pada umur 21 tahun, Maimun Zubair melanjutkan belajar ke Makkah Mukarromah. Perjalanan ini, didampingi oleh kakeknya sendiri, yakni Kyai Ahmad bin Syuáib. Di Makkah, Kyai Maimun Zubair mengaji kepada Sayyid Alawi bin Abbas al-Maliki, Syekh al-Imam Hasan al-Masysyath, Sayyid Amin al-Quthbi, Syekh Yasin Isa al-Fadani, Syekh Abdul Qodir al-Mandaly dan beberapa ulama lainnya.

Baca Juga : Jenazah KH Maimun Zubair Dipastikan Dimakamkan di Mekkah

Kyai Maimun juga meluangkan waktunya untuk mengaji ke beberapa ulama di Jawa, di antaranya Kyai Baidhowi, Kyai Ma’shum Lasem, Kyai Bisri Musthofa (Rembang), Kyai Wahab Chasbullah, Kyai Muslih Mranggen (Demak), Kyai Abdullah Abbas Buntet (Cirebon), Syekh Abul Fadhol Senori (Tuban), dan beberapa Kyai lain. Kyai Maimun juga menulis kitab-kitab yang menjadi rujukan santri. Di antaranya, kitab berjudul al-ulama al-mujaddidun.

Baca Juga : Warga Muhammadiyah Turut Berduka Mustasyar PBNU KH Maimun Zubair Wafat

Selepas kembali dari tanah Hijaz dan mengaji dengan beberapa Kyai, Kyai Maimun kemudian mengabdikan diri untuk mengajar di Sarang, di tanah kelahirannya. Pada 1965, Kyai Maimun kemudian istiqomah mengembangkan Pesantren al-Anwar Sarang. Pesantren ini, kemudian menjadi rujukan santri untuk belajar kitab kuning dan mempelajari turats secara komprehensif.

Selama hidupnya, Kyai Maimun memiliki kiprah sebagai penggerak. Ia peranh menjadi anggota DPRD Rembang selama 7 tahun. Selain itu, beliau juga pernah menjadi anggota MPR RI utusan Jawa Tengah. Kini, karena kedalaman ilmu dan kharismanya, Kyai Maimun Zubair diangkat sebagai Ketua Dewan Syuro Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Politik dalam diri Kyai Maimun bukan tentang kepentingan sesaat, akan tetapi sebagai kontribusi untuk mendialoggkan Islam dan kebangsaan. Demikianlah, Kyai Maimun merupakan seorang faqih sekaligus muharrik, pakar fiqh sekaligus penggerak

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!