KewajibanMenulis Publikasi Ilmiah, Banyak Guru Mandeg Golongan

By: On: Dibaca: 74,943x
KewajibanMenulis Publikasi Ilmiah, Banyak Guru Mandeg Golongan


Tugas ekstra menulis publikasi ilmiah dan karya inovatif  bagi para guru yang akan naik pangkat dan golongan menjadi beban tersendiri. Pasalnya, setelah berlakunya Permeneg PAN dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 tahun 2009 tentang Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), menulis publikasi ilmiah dan karya inovatif sudah merupakan persyaratan wajib untuk kenaikan pangkat.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Purbalingga, Sarjono mengungkapkan, persyaratan mutlak pada unsur pengembangan diri dengan sub unsur publikasi ilmiah dan karya inovatif sudah mulai diberlakukan dari pangkat golongan guru pertama III/b menuju pangkat golongan guru muda golongan III/c, yaitu setidaknya dibutuhkan nilai angka kredit sebanyak 4 (empat), dengan ketentuan bebas pada jenis karya publikasi ilmiah danatau karya inovatif.

“Sama halnya untuk teman-teman Guru Madya Golongan IV/a yang akan naik menjadi Guru Madya Golongan IV/b, wajib menulis publikasi ilmiah. Jangan tanya berapa jumlah Guru Madya Golongan IV/a, tanyalah berapa jumlah Guru Madya Golongan IV/a yang sudah menulis publikasi ilmiah, masih dibawah sepuluh orang,”ungkap Sarjono saat dihubungi Tabloid Elemen, Rabu (12 Desember 2018).

Sarjono yang juga  tokoh literasi nasional Tahun 2018 mengungkapkan, kemungkinan menulis publikasi ilmiah menjadi momok para guru sehingga pangkat/golongan berhenti di tempat.

“Namun, sebenarnya banyak sekali cara yang dapat ditempuh oleh seorang guru untuk memenuhi persyaratan pada sub unsur publikasi ilmiah dan karya inovatif guru tersebut, tinggal ada kemamuan atau tidak dari rekan-rekan guru untuk mewujudkannya,”ungkap Sarjono.

Agar jumlah guru mandeg golongan tidak bertambah lanjut Sarjono, PGRI Purbalingga di tahun 2019 akan terus menggenjot dengan memberikan motivasi dan pendampingan bagi guru di Purbalingga agar tidak berhenti menulis serta terus meningkatkan gairah menulis.

 “PGRI akan kembali melakukan pelatihan penulisan karya ilmiah bagi guru. Kami inginmemberikan kemampuan tambahan kepada para guru, karena karya ilmiah menjadipersyaratan utama seorang guru bisa naik pangkat dan golongan lebih tinggi.Karena menulis itu mengajar dan mendidik dalam bentuk lain, yang justru tidakterbatasi dinding ruang kelas, serta tidak terbatas waktu,” terangnya.

Terpisah, Koordinator Wilayah Kecamatan Purbalingga Dinas Pendidikan, Sriono mengungkapkan, kesempatan naik ke golongan IV B terbuka secara luas bagi semua guru, asalkan bisa berhasil membuat publikasi ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan

“Setiap guru yang akan naik golongan ke IV B harus membuat publikasi ilmiah dan disinilah banyak guru mandeg. Malas menulis sebenarnya bukan, kemungkinan karena kesibukan mengajar dikelas,”ungkap Sriono

Sriono menyakini, Guru dan menulis merupakan profesi dan sebuah kegiatan yang tak bisa dipisahkan. Kegiatan menulis merupakan rutinitas seorang Guru mulai dari mempersiapkan pembelajaran, mengelola proses pembelajaran sampai pada tahapan evaluasi pembelajaran.

“Saya yakin sekali, teman-teman Guru bisa menulis. Saya berharap teman-teman Guru terus berupaya melakukan eksplorasi untuk meningkatkan keterampilannya dalam bidang menulis. Kegiatan menulis tidak mungkin berjalan normal apabila tidak disertai dengan modal membaca,”tutur Sriono.(mahendra yudhi krisnha)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!