by

Ketua Umum Baru FAJI Purbalingga Siswanto, Janjikan Pengembangan Potensi Arung Jeram untuk Edukasi dan Pariwisata

-Olah Raga, Update-dibaca 7.41Rb kali | Dibagikan 30 Kali

Kepala Badan Penelitian dan Perencanaan Pembangunan (Bapelitbangda) Kabupaten Purbalingga, Siswanto, secara aklamasi terpilih menjadi ketua umum Pengurus Kabupaten (Pengkab) Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Purbalingga. Dalam penyampaian visi dan misinya, Siswanto mengatakan pihaknya tidak menjanjikan hal yang muluk-muluk. Tetapi, ia melihat potensi olahraga Arung Jeram yang mengandung aspek edukasi dan pariwisata. Dua aspek tersebut  yang akan dikembangkan dan dioptimalkan potensinya.

“Untuk urusan teknis, saya sudah melihat kawan-kawan di Tirtaseta dan Klawing Rafting sudah mumpuni. Tinggal nanti bersama-sama membawa FAJI mempopulerkan arung jeram kepada publik,” ujarnya.

Siswanto menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Eko Susilo, yang kini menjadi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Purbalingga. Proses pemilihan berjalan normal seperti biasanya pada Musyawarah Kabupaten (Muskab) FAJI di aula Gedung Badan Perencanaan dan Penelitian Pengembangan Daerah Purbalingga.

Dua perhimpunan arung jeram di Purbalingga, Tirtaseta dan Klawing Rafting sepakat untuk mendaulat laki-laki 50 tahun itu menjadi nahkoda FAJI Purbalingga untuk 4 tahun kedepan. Hal tersebut disampaikan oleh Pelatih Teknik Perhimpunan Arung Jeram Tirtaseta, Puji Jaya, yang mengatakan bahwa diperlukan sosok pemimpin yang dapat melihat  ke depan untuk kemajuan Arung Jeram.

“Kami membutuhkan sosok yang visioner,” tuturnya.

Meskipun belum lama didirikan, FAJI Purbalingga telah memperlihatkan prestasi yang membanggakan. Bersama FAJI dari daerah lain, FAJI Purbalingga mengantarkan kontingen arung jeram Jawa Tengah menjadi Juara Umum dalam Kejuaraan Nasional yang diadakan di Tasikmalaya tahun 2018 dan Kejuaraan Nasional di Jambi tahun 2019. Bahkan, beberapa atlet arung jeram Purbaingga berhasil menembus kejuaran dunia di Tiongkok. Tetapi, karena situasi sedang pandemi hal tersebut harus ditunda untuk sementara.

“Tiga atlet arung jeram Purbalingga juga seharusnya ikut dalam dalam kontingen Indonesia pada World Rafting Championship di China, Agustus 2020. Masing-masing pada kategori Master Men. Tapi karena dunia sedang dilanda pandemi korona, kejuaraan dunia itu ditunda”, pungkasnya.

Editor : Rizky Riawan Nursatria

Comment

Berita Lainnya